Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 124,08 poin atau melorot 1,85 persen ke level 6.599,24 pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh rontoknya seluruh indeks sektoral di bursa saham domestik, sebagaimana dilansir dari Investasi.
Data perdagangan menunjukkan pergerakan pasar didominasi oleh koreksi massal dengan 616 saham melemah, sementara hanya 125 saham yang menguat dan 79 saham lainnya bergerak stagnan. Total volume transaksi yang dibukukan di bursa hari ini mencapai 31,19 miliar saham, dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 19,32 triliun.
Kemerosotan pasar modal ini dipimpin oleh sektor transportasi yang anjlok paling dalam hingga 6,20 persen. Sektor barang baku mengekor di posisi berikutnya dengan penurunan sebesar 5,17 persen, disusul oleh sektor perindustrian yang melemah 3,24 persen.
Di tengah tekanan pasar, PT Astra International Tbk (ASII) memimpin jajaran top gainers LQ45 dengan kenaikan 4,35 persen. Posisi kedua ditempati oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat sebesar 4,18 persen.