IHSG Menguat ke Level 7.117 pada Sesi Pertama Kamis

IHSG Menguat ke Level 7.117 pada Sesi Pertama Kamis
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 7.117 pada Sesi Pertama Kamis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 25,51 poin atau 0,36 persen ke level 7.117 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 7 Mei 2026 di Jakarta. Pergerakan positif ini dipicu oleh meredanya tensi geopolitik global dan penguatan kebijakan moneter domestik.

Kenaikan indeks di bursa domestik selaras dengan penguatan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Suara, aktivitas pasar melibatkan 24,65 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,30 triliun serta frekuensi perdagangan sebanyak 1,53 juta kali.

Laporan riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen positif bersumber dari harapan akan berakhirnya konflik di Timur Tengah antara Washington dan Teheran. Pihak Amerika Serikat dikabarkan telah mengajukan nota kesepahaman baru sebagai upaya diplomasi untuk menghentikan peperangan.

Analisis tersebut juga menyoroti sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tetap memberikan tekanan meskipun jalur diplomasi tengah dibuka. Selain itu, pasar mulai mengantisipasi pertemuan strategis antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan pada pekan depan.

"Hingga kini Iran juga belum memberikan tanggapan resmi," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Dari sisi domestik, kepercayaan investor meningkat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan terhadap tujuh langkah strategis Bank Indonesia. Kebijakan tersebut dirancang khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah guna meredam dampak volatilitas pasar global yang masih dinamis.

Pada perdagangan sesi I ini, tercatat sebanyak 349 saham mengalami kenaikan harga, sementara 321 saham melemah, dan 289 saham lainnya tidak bergerak. Beberapa saham yang membukukan penguatan signifikan di antaranya adalah ESIP, KLAS, DEPO, DART, dan NATO.

Sebaliknya, saham-saham seperti ABDA, WBSA, TPIA, TFCO, dan ASHA justru masuk dalam jajaran pelemahan terbesar. Pilarmas Investindo Sekuritas secara spesifik memberikan rekomendasi beli untuk saham INCO dengan proyeksi area support dan resistance pada rentang 6.000 hingga 7.000.

Artikel terkait

Rekomendasi