Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,64 persen atau bertambah 107,32 poin ke level 6.638 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 6 Maret 2025. Dilansir dari Investortrust, indeks bergerak pada rentang 6.531 hingga 6.667 dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,42 triliun.
Penguatan signifikan ini didukung oleh kenaikan mayoritas sektor saham di bursa. Sektor teknologi memimpin lonjakan sebesar 5,73 persen, disusul oleh material dasar yang naik 2,66 persen, energi 2,61 persen, kesehatan 2,32 persen, properti 1,89 persen, dan keuangan sebesar 1,02 persen.
Kenaikan indeks didorong oleh performa kuat saham-saham berkapitalisasi besar (large-cap). PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 9,98 persen menjadi Rp140.475 per saham, diikuti penguatan saham blue-chip lainnya seperti BBCA, BBRI, TPIA, BREN, BMRI, dan DSSA.
Sejumlah saham juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada sesi ini. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) melonjak 27,63 persen ke harga Rp194, sementara PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 27,27 persen menjadi Rp224.
Saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) turut meningkat 24,79 persen dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,57 persen ke level Rp11.000. Sebaliknya, penurunan harga saham dialami oleh RICY, PGUN, LCKM, CSMI, dan FORU.
Tren positif ini melanjutkan performa hari sebelumnya, Rabu, di mana IHSG ditutup menguat 2,37 persen ke posisi 6.531,40 akibat aksi beli bersih investor asing pada saham BBCA dan BBRI. Sektor teknologi juga menjadi pendorong utama pada hari tersebut dengan kenaikan 5,94 persen.
Pada perdagangan Rabu, beberapa emiten bahkan berhasil menyentuh batas auto reject atas (ARA). Daftar saham tersebut mencakup PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang naik 34,48 persen, PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) 34,04 persen, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) sebesar 25 persen.
Dua emiten lainnya yang mencapai batas atas adalah PT Indointernet Tbk (EDGE) dengan penguatan 24,71 persen dan PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) yang naik 24,85 persen. Saat ini, pelaku pasar terus memantau pergerakan saham kapitalisasi besar dan tren pembelian asing sebagai indikator utama kinerja IHSG.