Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan performa positif pada Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Money, indeks komposit tercatat menguat sebesar 1,15 persen atau bertambah 81,85 poin sehingga parkir di level 7.174,32.
Laju indeks sepanjang sesi perdagangan hari ini konsisten berada di zona hijau dengan rentang pergerakan antara 7.107,18 hingga 7.207,07. Data BEI menunjukkan IHSG dibuka pada level 7.160,79 sebelum akhirnya menguat dari posisi penutupan sebelumnya di level 7.092,47.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan mayoritas indeks acuan utama, di mana indeks LQ45 melaju 1,62 persen ke posisi 693,79. Sementara itu, indeks KOMPAS100 mencatatkan apresiasi sebesar 1,00 persen menuju level 968,62.
Instrumen saham syariah juga menunjukkan performa solid dengan kenaikan Jakarta Islamic Index (JII) sebesar 0,39 persen ke 472,51. Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) turut menguat 0,82 persen ke posisi 257,54, sedangkan IDX30 melonjak signifikan 2,12 persen ke level 388,84.
Sektor keuangan menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 1,98 persen, ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBCA memimpin dengan lonjakan 4,62 persen ke Rp 6.225, disusul BBRI yang naik 4,75 persen ke posisi Rp 3.310 per saham.
Kenaikan juga diikuti oleh saham perbankan jumbo lainnya seperti BBNI yang tumbuh 3,92 persen ke level Rp 3.980. Selain itu, saham BMRI mencatatkan penguatan sebesar 2,88 persen sehingga berakhir di posisi Rp 4.640 per lembar saham.
Selain sektor keuangan, industri kesehatan mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 2,01 persen. Sektor properti dan infrastruktur masing-masing naik 1,33 persen dan 1,29 persen, sementara sektor perindustrian tercatat menguat sebesar 1,03 persen.
Kinerja positif ini tidak diikuti oleh seluruh sektor, mengingat sektor bahan baku justru mengalami koreksi sebesar 1,62 persen. Penurunan juga terjadi pada sektor transportasi dan logistik sebesar 1,36 persen, serta sektor energi yang melemah 1,24 persen.
Aktivitas pasar terpantau cukup dinamis dengan total volume perdagangan mencapai 39,89 miliar lembar saham dan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 12.782 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 370 saham bergerak menguat sementara 315 saham lainnya mengalami penurunan harga.
| Kategori | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| Top Gainer | DPUM | +35,00 | 162 |
| Top Gainer | ESIP | +34,15 | 220 |
| Top Gainer | DEPO | +25,00 | 320 |
| Top Gainer | NATO | +25,00 | 775 |
| Top Gainer | ALKA | +24,79 | 730 |
| Top Loser | RICY | -11,90 | 111 |
| Top Loser | ABDA | -11,76 | 4.200 |
| Top Loser | HALO | -10,99 | 81 |
| Top Loser | ARGO | -10,36 | 995 |
| Top Loser | TPIA | -10,20 | 5.725 |
Dalam perdagangan valuta asing, nilai tukar rupiah turut terapresiasi terhadap dollar AS sejalan dengan penguatan pasar saham. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah ditutup pada level Rp 17.333 per dollar AS, atau menguat 54 poin (0,31 persen).
Kondisi pasar regional Asia secara umum juga menunjukkan tren positif, di mana Nikkei 225 Jepang melompat tinggi 5,51 persen ke 62.833,84. Indeks Hang Seng Hong Kong, SSE Composite China, dan Straits Times Singapura juga kompak berakhir di zona hijau.