IHSG Menguat ke Level 7.174 Didorong Kenaikan Saham Perbankan

IHSG Menguat ke Level 7.174 Didorong Kenaikan Saham Perbankan
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 7.174 Didorong Kenaikan Saham Perbankan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 1,15 persen hingga menyentuh level 7.174,32 pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Laju indeks dipicu oleh pertumbuhan signifikan harga saham sejumlah emiten perbankan besar di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi nasional.

Sektor perbankan menjadi motor utama kenaikan indeks dengan peningkatan harga saham BBCA sebesar 4,62 persen dan BBRI yang menguat 4,75 persen. Dilansir dari Info, performa positif ini juga diikuti oleh saham MORA yang mengalami lonjakan harga hingga 19,62 persen pada hari yang sama.

Kenaikan indeks terjadi secara sektoral dengan delapan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik 2,01 persen. Namun, pelemahan dialami sektor industri dasar sebesar 1,62 persen, termasuk penurunan saham TPIA sebesar 10,20 persen, AMMN 7,20 persen, dan BRPT 5,68 persen.

Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari cnbcindonesia.com, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp360,34 miliar di pasar reguler. Jika akumulasi dilakukan di seluruh pasar, nilai jual bersih investor mancanegara tersebut mencapai Rp76,39 miliar.

Kondisi pasar dalam negeri ini kontras dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat di mana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq ditutup melemah. Pelaku pasar saat ini memfokuskan perhatian pada laporan cadangan devisa Indonesia periode April 2026 yang diperkirakan segera dirilis.

Pada berita korporasi lainnya, PT Sari Murni Abadi atau Momogi Group akan segera diakuisisi oleh COCO setelah penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan Metaside Global Holding Pte Ltd. Perusahaan target tersebut memiliki jaringan manufaktur luas di Jawa Barat, Jawa Timur, hingga dua pabrik di Vietnam.

Sementara itu, pengerjaan proyek pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) oleh anak usaha TPIA telah mencapai progres fisik sebesar 66 persen. Fasilitas produksi ini diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027 untuk menekan angka impor soda kaustik nasional.

Sektor telekomunikasi juga memberikan kabar melalui ISAT yang memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp111 per saham. Total nilai dividen mencapai Rp3,57 triliun, yang mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 64,91 persen dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi