IHSG Menguat ke Level 6.971 di Tengah Risiko Geopolitik Global

IHSG Menguat ke Level 6.971 di Tengah Risiko Geopolitik Global
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 6.971 di Tengah Risiko Geopolitik Global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,22 persen ke level 6.971 pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026) setelah sempat terkoreksi tajam pekan lalu. Meski menguat tipis, pasar saham nasional diprediksi masih akan menghadapi tekanan akibat risiko pelarian modal asing dan ketidakpastian geopolitik global.

Data perdagangan menunjukkan indeks komposit sempat merosot 2,52 persen pada pekan sebelumnya dengan catatan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp5,8 triliun di pasar reguler. Dilansir dari Market, pelemahan ini memicu proyeksi adanya kondisi risk-off moderat dalam waktu dekat bagi para pelaku pasar modal.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan memberikan analisis mengenai faktor eksternal yang membayangi pergerakan indeks. Ia menyoroti eskalasi di wilayah Timur Tengah sebagai pemicu utama tingginya harga energi dunia yang membebani pasar domestik.

"Kondisi Selat Hormuz secara fundamental memberikan tekanan besar berupa kenaikan biaya produksi bagi negara-negara net importir energi, yang pada gilirannya dapat memicu risiko inflasi serta menggerus daya beli masyarakat secara luas," terang David dalam riset mingguan yang dikutip pada Senin (4/5/2026).

Sektor transportasi dan konsumsi dinilai paling rentan terhadap lonjakan harga energi tersebut karena ketergantungan pada biaya operasional. Sebaliknya, pasokan global yang terbatas menjadikan komoditas nikel dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebagai instrumen yang diprediksi lebih tahan banting.

Analisis teknikal menunjukkan IHSG berada dalam fase penurunan jangka menengah dengan titik dukungan atau area support pada rentang 6.918 hingga 6.696. Investor kini diarahkan untuk menata ulang portofolio dengan memilih sektor yang memiliki fundamental kuat di tengah ketidakpastian.

"Investor disarankan untuk benar-benar bersikap lebih defensif dengan fokus pada emiten berbasis komoditas seperti nikel dan CPO yang memiliki ketahanan fundamental lebih kuat, dibandingkan dengan sektor konsumsi atau transportasi yang rentan terhadap lonjakan biaya operasional," ujarnya.

Terdapat dua rekomendasi saham untuk strategi perdagangan pekan ini berdasarkan analisis IPOT Sekuritas. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) direkomendasikan beli pada level Rp11.600, sementara PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) disarankan untuk buy on pullback di area Rp1.680 hingga Rp1.700.

Rekomendasi Saham IPOT Sekuritas Pekan Ini
EmitenStrategiEntry PointTarget HargaStop Loss
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)BeliRp11.600Rp12.200Rp11.300
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP)Buy on PullbackRp1.680 - Rp1.700Rp1.800Rp1.620

Artikel terkait

Rekomendasi