Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan tren positif hingga menyentuh angka 7.100,57 pada Rabu, 6 Mei 2026. Laju indeks terdongkrak oleh apresiasi harga sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar seperti UNVR, TPIA, hingga BBRI.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa hingga pukul 09.02 WIB, indeks mencatatkan kenaikan sebesar 0,62 persen atau setara 43,46 poin. Dikutip dari Market, IHSG sempat bergerak fluktuatif di rentang 7.086,25 hingga mencapai posisi tertinggi di 7.117,19 pada awal sesi.
Kondisi pasar pagi ini didominasi oleh 294 saham yang bergerak menguat, sementara 154 saham mengalami pelemahan dan 215 saham lainnya bergerak stagnan. Total nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik saat ini terpantau berada di angka Rp12.728,54 triliun.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memimpin kenaikan di jajaran big caps dengan apresiasi 4,57 persen ke harga Rp1.715. Langkah ini diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 3,70 persen menuju level Rp6.300 per lembar saham.
Emiten lain yang turut menghijau adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan kenaikan 1,68 persen dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) sebesar 1,45 persen. Saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga tumbuh 0,95 persen.
Pada barisan saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY) melonjak signifikan sebesar 29,79 persen ke posisi Rp122. Selain itu, saham PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR) tercatat mendaki 7,85 persen menjadi Rp412.
Sebaliknya, tekanan jual menempatkan PT Yanaprima Hastapersada Tbk. (YPAS) sebagai top loser setelah merosot 10,47 persen ke Rp1.155. Pelemahan juga dialami PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (BOBA) yang terkoreksi 9,15 persen ke level Rp278.
Penguatan indeks domestik selaras dengan optimisme dari bursa global, khususnya Wall Street yang baru saja mencetak rekor tertinggi. Penurunan harga minyak mentah WTI sebesar 3,9 persen ke level US$102,27 per barel menjadi katalis positif bagi pasar Amerika Serikat.
Meskipun IHSG menguat, investor perlu memperhatikan adanya aksi jual bersih atau net sell dari pemodal asing. Pada perdagangan sebelumnya, dana asing keluar sekitar Rp318 miliar dengan sasaran utama saham perbankan seperti BMRI dan BBCA.
ÔÇ£IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di level 7.100 hingga 7.120,ÔÇØ ucap Fanny Suherman selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam risetnya.
Fanny mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal apabila indeks tidak mampu menembus titik resisten tersebut. Kondisi nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.500 per dolar AS juga menjadi faktor risiko yang patut dipantau.
BNI Sekuritas menetapkan area support bagi IHSG berada di kisaran 6.950 hingga 7.000 untuk perdagangan hari ini. Sementara itu, tingkat resisten diproyeksikan tertahan pada rentang angka 7.100 sampai 7.120.
Situasi di bursa Asia justru menunjukkan tren yang berlawanan dengan Wall Street setelah indeks Hang Seng ditutup melemah 0,76 persen. Sentimen negatif di kawasan dipicu oleh memudarnya harapan gencatan senjata AS-Iran yang mengancam stabilitas pasokan minyak dunia.
| Kode Saham | Harga Terakhir | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Rp1.715 | +4,57% | Rp6.300 |
| +3,70% | Rp ... (Data Terbatas) | +1,68% |
| Rp ... (Data Terbatas) | +1,45% | Rp ... (Data Terbatas) |
| +0,95% | Rp122 | +29,79% |
| Rp412 | +7,85% | Rp1.155 |
| -10,47% | Rp278 | -9,15% |