Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I menguat 0,83 persen ke level 7.029 pada Selasa (5/5/2026) akibat dorongan sentimen positif dari rilis pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 yang melebihi ekspektasi pasar.
Data Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Investortrust menunjukkan indeks naik sebesar 57,91 poin dalam rentang pergerakan 6.921 hingga 7.065. Lonjakan performa ini disokong oleh emiten bank kategori KBMI IV serta emiten milik Prajogo Pangestu.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan tertinggi, dipimpin oleh ENZO yang melonjak 33,33 persen ke Rp96 dan KONI naik 24,69 persen menjadi Rp2.980. Selanjutnya, ABDA meningkat 24,92 persen ke Rp3.810, BOBA menguat 23,58 persen ke Rp304, serta CTTH naik 22,07 persen menjadi Rp177.
Kondisi ekonomi domestik dinilai tetap solid setelah realisasi pertumbuhan PDB kuartal I-2026 menyentuh angka 5,61 persen. Nilai tersebut berada di atas proyeksi awal pasar yang memperkirakan pertumbuhan hanya berkisar pada rentang 5,3 persen hingga 5,5 persen.
"Data ini memberi dorongan positif terhadap IHSG, meskipun terbatas karena selisihnya tidak terlalu besar dan sebagian pelaku pasar sudah mengantisipasi pertumbuhan yang cukup kuat," ujar Elandry Pratama, Pengamat Pasar Modal.
Faktor eksternal seperti pergerakan yield, arah kebijakan suku bunga global, dan arus modal asing juga masih mendominasi dinamika pasar jangka pendek. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut membatasi dampak positif rilis PDB karena memicu kekhawatiran depresiasi makro, potensi outflow, dan beban emiten berutang dolar AS.
Penguatan indeks saham ini juga ditopang oleh performa sektor perbankan besar. Saham BBRI tercatat naik 3,95 persen ke Rp3.160, BMRI menguat 2,94 persen ke Rp4.550, BBNI meningkat 2,60 persen ke Rp3.940, dan BBCA melaju 2,54 persen menuju level Rp6.050.
"Pengaruh data GDP terhadap pasar belum begitu besar, karena nilai tukar rupiah masih terdepresiasi terhadap dolar AS," ujar Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas.