IHSG Menguat ke Level 6.969 Meski Tertekan Risiko Geopolitik Global

IHSG Menguat ke Level 6.969 Meski Tertekan Risiko Geopolitik Global
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 6.969 Meski Tertekan Risiko Geopolitik Global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan periode 4 hingga 8 Mei 2026 di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,18 persen ke level 6.969,39. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Market, rata-rata nilai transaksi harian turut mencatatkan kenaikan signifikan menjadi Rp23,06 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi pertumbuhan indeks komposit tersebut dari posisi pekan sebelumnya yang berada pada angka 6.956,80. Nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia juga ikut terkerek naik 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun.

Data bursa menunjukkan lonjakan tajam pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi harian pun mengalami pertumbuhan sebesar 9 persen, dengan total aktivitas mencapai 2,55 juta kali transaksi sepanjang pekan tersebut.

"Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14% menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar dikutip Sabtu (9/5/2026).

Aktivitas pemodal internasional tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp11,42 triliun pada penutupan pekan, Jumat (8/5/2026). Namun, secara akumulatif sepanjang tahun 2025, investor asing masih membukukan nilai jual bersih sebesar Rp37,61 triliun di pasar saham domestik.

Meskipun secara mingguan menguat, performa harian IHSG pada Jumat (8/5/2026) justru mengalami koreksi dalam sebesar 2,86 persen akibat sentimen global. Penurunan ini dipicu oleh memanasnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.

Laporan riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa pelemahan indeks lokal selaras dengan pergerakan zona merah pada bursa regional Asia. Ketegangan geopolitik tersebut menciptakan kekhawatiran besar bagi para pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi dunia.

ÔÇ£Konflik di jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran terhadap risiko geopolitik. Tiga kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan,ÔÇØ tulis riset tersebut, Jumat (8/5/2026).

Selain faktor Timur Tengah, investor juga menyoroti ketidakpastian hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China menjelang rencana pertemuan pimpinan kedua negara. Dari faktor internal, penurunan cadangan devisa periode April dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menambah beban bagi pergerakan indeks.

Daftar Pergerakan Saham Signifikan 8 Mei 2026
Nama EmitenKode SahamPerubahan (%)Kategori
Dian Swastatika Sentosa Tbk.DSSA-14,94Top Loser
Barito Renewables Energy Tbk.BREN-11,83Top Loser
Amman Mineral Internasional Tbk.AMMN-9,27Top Loser
Megapower Makmur Tbk.MPOW+34,55Top Gainer
Hetzer Medical Indonesia Tbk.MEDS+34,18Top Gainer

Sebanyak 575 saham tercatat mengalami koreksi pada akhir pekan, sementara hanya 133 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar seperti DSSA, BREN, dan AMMN menjadi penekan utama yang menyeret IHSG ke level terendah hariannya di angka 6.969.

Artikel terkait

Rekomendasi