Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 28,13 poin atau sekitar 0,43% menyentuh level 6.627,37 dalam satu jam pertama perdagangan pada Selasa (19/5/2026). Pergerakan indeks pada hari ini terpantau fluktuatif pada rentang antara 6.560 hingga 6.634.
Dikutip dari Investor Daily, momentum penguatan ini turut mendorong kenaikan tajam pada enam emiten yang kemudian mengamankan posisi dalam daftar top gainers. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan dalam satu jam tersebut telah mencapai 9,54 miliyar lembar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan tercatat sebesar Rp 4,89 triliun dengan frekuensi perdagangan yang menembus angka 708.066 kali transaksi. Secara keseluruhan, terdapat 395 saham yang bergerak menguat, sedangkan 215 saham mengalami penurunan harga, dan 189 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.
Aktivitas transaksi pada kelompok saham unggulan juga menunjukkan performa positif, di mana indeks LQ45 mengalami kenaikan sebesar 0,83% pada periode sejam perdagangan tersebut. Di sisi lain, situasi pasar saham di kawasan Asia terpantau bergerak secara variatif.
Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatatkan kenaikan sebesar 0,21% dan Straits Times di Singapura melesat hingga 0,65%. Namun, kondisi sebaliknya terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang merosot 0,63% serta Shanghai China yang melemah sebesar 0,32%.
Lonjakan harga saham pada deretan top gainers tercatat berada pada kisaran antara 10% hingga 17%. Pimpinan penguatan ditempati oleh PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang melonjak sebesar 17,2% menuju harga Rp 4.020 per lembar saham.
Posisi selanjutnya diisi oleh PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang melejit sebesar 16,07% ke level Rp 130, disusul oleh PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang melesat hingga 16% menjadi Rp 87 per lembar.
Penguatan juga dialami oleh PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang naik 12,6% ke Rp 143. Kemudian, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) ikut terkerek sebesar 11,61% ke harga Rp 14.174, serta PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) yang menanjak sebesar 10% menjadi Rp 187.
Jajaran Emiten Top Losers
Berlawanan dengan performa saham yang melejit, terdapat dua emiten yang mengalami kemerosotan tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sekaligus memimpin jajaran saham top losers.
Emiten tersebut adalah PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang ambrol sebesar 15% ke level Rp 1.190, serta PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang jatuh sebanyak 14,68% menuju angka Rp 93 per lembar saham.
Selain itu, pelemahan signifikan juga dialami oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang merosot 14,86% menjadi Rp 3.150. Diikuti oleh PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang terpangkas sebesar 14,81% ke Rp 1.495, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang jatuh hingga 14,75% ke level Rp 2.890.