IHSG Merosot ke Level 6.956 akibat Tekanan Sentimen Global

IHSG Merosot ke Level 6.956 akibat Tekanan Sentimen Global
Foto: Ilustrasi IHSG Merosot ke Level 6.956 akibat Tekanan Sentimen Global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan sebesar 2,03 persen ke level 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh sikap hati-hati para pelaku pasar yang menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting di tengah fluktuasi pasar global yang masih tinggi.

Laju indeks sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah harian pada level 6.876 sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Dilansir dari Market, pelemahan merata terjadi di seluruh sektor saham dengan koreksi terdalam dialami oleh sektor industri yang merosot hingga 2,95 persen.

Kondisi pasar yang rapuh ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kenaikan harga komoditas energi. Selain itu, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan sebesar 0,12 persen ke posisi Rp17.346 per dolar AS pada hari yang sama.

Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa investor akan tetap menunjukkan sikap waspada saat memasuki pekan depan. Fokus pasar akan tertuju pada indikator-indikator ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal yang terus berlanjut.

"Pada pekan depan, investor akan mencermati data inflasi, neraca perdagangan, PMI manufaktur dan PDB kuartal I/2026," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.

Data-data makroekonomi tersebut dinilai sangat krusial sebagai tolak ukur daya tahan ekonomi Indonesia di tengah gejolak harga minyak mentah. Peningkatan harga energi yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memperlebar defisit APBN 2026 akibat lonjakan subsidi energi dan tekanan inflasi global.

Artikel terkait

Rekomendasi