Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot ke level 7.039,67 pada perdagangan Kamis (30/4/2026) akibat tekanan koreksi dari sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Penurunan indeks ini dipicu oleh pelemahan emiten besar seperti DSSA, BYAN, hingga TPIA.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Market menunjukkan indeks terkontraksi 0,87 persen atau setara 61,55 poin. IHSG sempat menyentuh posisi terendah di level 7.022,37 meskipun sempat menguat ke posisi 7.109 di awal sesi perdagangan hari ini.
Sebanyak 405 saham tercatat mengalami koreksi, sementara 194 saham menguat dan 124 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Nilai kapitalisasi pasar pada perdagangan pagi ini tercatat mencapai angka Rp12.563,35 triliun.
Penurunan terdalam pada jajaran saham big caps dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melemah 3,20 persen ke posisi Rp1.665. Pelemahan ini diikuti oleh PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang turun 2,17 persen menjadi Rp11.250.
Emiten lain yang turut membebani indeks adalah PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan koreksi 1,90 persen, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar 1,89 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang terkoreksi 1,67 persen.
| Kategori | Nama Emiten | Perubahan (%) | Harga Akhir |
|---|---|---|---|
| Top Gainer | PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) | +29,90% | Rp252 |
| Top Gainer | PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) | +24,18% | Rp226 |
| Top Loser | PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (JAWA) | -6,96% | Rp107 |
| Top Loser | PT Layland International Tbk. (LAPD) | -5,77% | Rp49 |
Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan adanya sinyal death cross antara MA5 dan MA20 pada sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi pelemahan ini juga diperkuat dengan adanya pelebaran negatif pada histogram MACD.
Tim riset Phintraco Sekuritas memberikan catatan mengenai antisipasi pasar terhadap kebijakan global di Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.
"Investor akan menantikan hasil pertemuan The Fed dan komentar Chairman The Fed yang akan dirilis pada Rabu waktu AS," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
Pelaku pasar saat ini tengah mencermati data ekonomi AS seperti izin mendirikan bangunan, pesanan barang tahan lama, hingga PDB kuartal I/2026. Sementara itu, sentimen domestik masih berfokus pada rilis kinerja keuangan emiten periode pertama tahun ini.
"Dari domestik, investor mencermati earning season kuartal I/2026 dan maraknya aksi korporasi emiten termasuk dividen dan rights issue," tandas tim riset Phintraco Sekuritas.