IHSG Melemah 1,67 Persen Imbas Rebalancing Indeks Saham MSCI

IHSG Melemah 1,67 Persen Imbas Rebalancing Indeks Saham MSCI
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah 1,67 Persen Imbas Rebalancing Indeks Saham MSCI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 1,67 persen ke level 6.744,37 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026) di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan negatif ini terjadi sesaat setelah pengumuman evaluasi berkala atau rebalancing konstituen indeks global MSCI yang berdampak pada sejumlah emiten domestik.

Koreksi pasar tersebut dinilai sebagai bentuk penyesuaian teknis terhadap kebijakan pembaruan indeks saham internasional. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, penurunan indeks yang terjadi di Jakarta Selatan ini terpantau masih berada dalam batas fluktuasi normal meskipun terdapat sentimen arus keluar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa pelemahan indeks saat ini merupakan bagian dari proses reformasi di pasar modal. Menurutnya, besaran penurunan yang terjadi pada pagi hari ini tidak menunjukkan adanya kejatuhan yang ekstrem.

"Alhamdulillah per hari ini rasanya tingkat penurunannya tidak signifikan jadi ada di angka sekitar 1% sampai 1,5% tadi di posisi terakhir," ungkap Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Otoritas Jasa Keuangan bersama penyelenggara pasar modal terus melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas transaksi di bursa. Hasan menyatakan bahwa volume perdagangan masih menunjukkan aktivitas yang sehat di tengah reaksi pasar terhadap pengumuman MSCI tersebut.

"Tadi sampai pukul 10 terkonfirmasi ada penurunan indeks tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar dan sebagai konsekuensi reaksi dari rebalancing," jelasnya.

Pihak regulator juga memastikan bahwa kondisi psikologis investor di pasar saham tetap terjaga tanpa adanya indikasi pelepasan aset secara masif. Saham-saham yang terdampak perubahan indeks tersebut dilaporkan masih diperdagangkan dalam rentang harga yang rasional.

"Kemudian tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus, katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian," pungkasnya.

Terdapat 18 saham asal Indonesia yang dinyatakan keluar dari perhitungan indeks MSCI tanpa adanya penambahan emiten baru ke dalam MSCI Global Standard Index. Beberapa emiten besar yang keluar dari kategori tersebut meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) hingga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan klasifikasi ke MSCI Global Small Cap Index. Berikut adalah daftar lengkap emiten yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index berdasarkan pengumuman terbaru:

Daftar 13 Saham yang Dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index
NoNama EmitenKode Saham
1PT Aneka Tambang TbkANTM
2PT Astra Agro Lestari TbkAALI
3PT Bank Aladin Syariah TbkBANK
4PT Bumi Serpong Damai TbkBSDE
5PT Dharma Satya Nusantara TbkDSNG
6PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TbkSIDO
7PT Midi Utama Indonesia TbkMIDI
8PT Mitra Keluarga Karyasehat TbkMIKA
9PT MNC Digital Entertainment TbkMSIN
10PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TbkTKIM
11PT Pacific Strategic Financial TbkAPIC
12PT Sawit Sumbermas Sarana TbkSSMS
13PT Triputra Agro Persada TbkTAPG

Sejumlah saham skala besar lainnya yang juga terdepak dari MSCI Global Standard Index meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). OJK akan terus mencermati dampak jangka pendek dari perubahan komposisi indeks internasional ini terhadap likuiditas pasar domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi