IHSG Melemah Akibat Penurunan Seluruh Indeks Sektoral di BEI

IHSG Melemah Akibat Penurunan Seluruh Indeks Sektoral di BEI
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah Akibat Penurunan Seluruh Indeks Sektoral di BEI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat akibat penurunan yang terjadi pada seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Berdasarkan data yang dilansir dari Investasi, sektor barang baku menjadi penekan utama dengan kemerosotan mencapai 6,49 persen.

Pelemahan ini kemudian diikuti oleh sektor energi yang anjlok 5,02 persen dan sektor transportasi sebesar 4,69 persen. Selain itu, sektor barang konsumer non primer juga merosot 4,11 persen, sektor perindustrian turun 4,02 persen, serta sektor infrastruktur melemah 3,8 persen.

Koreksi juga melanda sektor properti dan real estate sebesar 2,35 persen, kesehatan 1,29 persen, keuangan 1,10 persen, barang konsumer primer 1,07 persen, dan sektor teknologi yang menyusut 0,93 persen. Otoritas bursa mencatat total volume perdagangan saham di BEI mencapai 19,91 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,78 triliun.

Kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang sedang menakar dampak pidato ekonomi Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR terhadap arah gerakan IHSG. Pelaku pasar menanti apakah pasar akan segera menemukan titik stabilisasi atau justru kembali kehilangan arah.

Secara keseluruhan, terdapat 601 saham yang turun menjadi pemberat pergerakan indeks, sementara 118 saham lainnya berhasil menguat dan 94 saham bergerak stagnan. Di tengah situasi tersebut, terdapat pula aksi korporasi berupa merger 4 BPR yang menghasilkan bank baru dengan aset sebesar Rp 1,04 Triliun.

Penurunan IHSG ini turut menyeret sejumlah saham unggulan dalam indeks LQ45 ke zona merah. Tiga saham yang menjadi top losers di LQ45 adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang anjlok 12,50 persen ke Rp 1.505, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 9,32 persen ke Rp 535, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 9,03 persen ke Rp 1.410 per saham.

Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar. Tiga saham yang masuk dalam jajaran top gainers di LQ45 adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 1,52 persen ke Rp 2.680, PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) menguat 1,20 persen ke Rp 4.220, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang terangkat 1,11 persen ke posisi Rp 1.820 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi