IHSG Melemah ke Level 7.541 di Tengah Kebijakan Sementara MSCI

IHSG Melemah ke Level 7.541 di Tengah Kebijakan Sementara MSCI
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah ke Level 7.541 di Tengah Kebijakan Sementara MSCI.

Ketahanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai tetap terjaga oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah adanya pengumuman dari MSCI Inc. Pasar modal Indonesia tetap menunjukkan performa stabil meskipun berada di bawah risiko tekanan yang berkelanjutan.

Seperti diberitakan oleh Investortrust, data dari otoritas bursa menunjukkan bahwa indeks mengalami penurunan sebesar 17,77 poin atau 0,24% hingga parkir di level 7.541 pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang 7.513 hingga 7.578 dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 15,89 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa tren penguatan yang cukup signifikan pada IHSG sebenarnya sudah terlihat sejak penyelesaian reformasi transparansi pasar diumumkan pada 2 April 2026. Indeks tercatat mengalami kenaikan sekitar 8% dari titik 7.026 hingga sempat mencapai posisi 7.559 pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan," kata Nyoman.

Pihak bursa juga menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan berbagai langkah inovatif. Fokus utama BEI ke depan mencakup pengembangan pasar dan peningkatan proteksi terhadap pemodal demi mendongkrak likuiditas serta basis kepercayaan investor, sekaligus menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien.

Di sisi lain, MSCI Inc. dalam pengumuman resminya pada Senin (20/4/2026) memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk meningkatkan transparansi di pasar domestik. Namun, lembaga tersebut memandang aspek cakupan, konsistensi, dan efektivitas data terkait penentuan free float serta penilaian investability masih memerlukan kajian mendalam.

Oleh karena itu, MSCI menegaskan bakal mempertahankan kebijakan sementara (interim treatment) untuk pasar saham Indonesia dalam kerangka Index Review Mei 2026. Kebijakan ini mencakup pembekuan kenaikan foreign inclusion factor (FIF) serta number of shares (NOS), penghentian sementara masuknya konstituen baru ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), hingga pembekuan migrasi saham ke segmen indeks yang lebih tinggi seperti dari small cap ke standar.

Langkah lain yang turut diumumkan oleh MSCI adalah rencana penghapusan sejumlah saham. Penghapusan ini menyasar saham-saham yang teridentifikasi oleh otoritas Indonesia memiliki konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Artikel terkait

Rekomendasi