Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan tren negatif pada Rabu, 13 Mei 2026. Data pasar menunjukkan indeks komposit ini langsung terjun ke zona merah sejak bel pembukaan dibunyikan.
Dikutip dari Money, IHSG berada di posisi 6.763,94 saat pembukaan pasar. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang bertengger di level 6.858,90.
Berdasarkan laporan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, indeks terpantau merosot 1,31 persen atau kehilangan 89,94 poin. Kondisi ini membawa IHSG bergerak ke level 6.768,96 pada menit-menit awal transaksi.
Fluktuasi pasar terlihat cukup dinamis di mana indeks bergerak dalam rentang antara 6.741,60 hingga 6.771,76. Meskipun melemah, aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau tetap ramai oleh para pelaku pasar.
Volume perdagangan di awal sesi telah menyentuh angka 1,689 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp 1,110 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 139,3 ribu kali transaksi.
Nilai kapitalisasi pasar saat ini berada pada kisaran Rp 11,926 triliun. Secara keseluruhan, pergerakan saham didominasi oleh tren penurunan dengan sebanyak 339 saham yang melemah, berbanding terbalik dengan 155 saham yang menguat.
Terdapat pula 465 saham yang belum mengalami perubahan harga atau stagnan. Tekanan jual yang kuat membuat mayoritas instrumen saham di bursa tertahan di zona merah pada pagi ini.
Koreksi ini juga diikuti oleh sejumlah indeks utama lainnya pada jam yang sama. Indeks LQ45 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,01 persen dan terparkir di posisi 663,05.
Penurunan lebih tajam terjadi pada indeks KOMPAS100 yang melandai 1,47 persen ke level 902,22. Sementara itu, indeks IDX30 juga tidak luput dari koreksi dengan penurunan sebesar 0,62 persen ke posisi 374,57.
Sektor saham syariah turut merasakan dampak pelemahan pasar secara luas. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) terpantau melemah 1,45 persen menuju posisi 442,99.
Sejalan dengan itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga mengalami penyusutan nilai sebesar 1,41 persen. Saat ini, posisi ISSI berada di level 244,44 pada sesi perdagangan pagi.