Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal mengalami koreksi dan menguji rentang level 6.600 hingga 6.700. Kondisi ini dipicu oleh tingginya tekanan jual dari investor luar negeri serta hasil tinjauan indeks MSCI.
Dilansir dari Suara, performa indeks domestik ini terbebani oleh catatan aksi jual bersih atau net sell investor asing yang menembus angka Rp799 miliar. Beberapa emiten besar seperti ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI menjadi fokus utama pelepasan aset tersebut.
Analisis teknikal menunjukkan adanya potensi pembukaan indeks yang melemah atau gap down untuk menguji area pendukung di level 6.600 - 6.700. Pengumuman MSCI Review yang dirilis semalam menjadi salah satu faktor penekan utama pergerakan pasar hari ini.
Meskipun dibayangi tren negatif, terdapat peluang bagi indeks untuk melakukan pembalikan arah atau technical rebound setelah menyentuh level support. Saat ini, area hambatan atau resistance IHSG diprediksi berada pada kisaran 6.950 sampai 7.020.
Gejolak pasar saham domestik tidak terlepas dari kondisi bursa global yang sedang mengalami tekanan hebat. Di Wall Street, bursa Amerika Serikat mencatatkan penurunan signifikan akibat lonjakan inflasi dan melambungnya harga minyak mentah.
Sektor teknologi menjadi penekan utama setelah saham Micron Technology merosot 3,6% dan Qualcomm anjlok hingga 11%. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas menjadi motor utama kenaikan harga energi dunia.
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan pernyataan pesimis terkait kelanjutan gencatan senjata dengan Iran. Situasi ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat 4,19% ke posisi US$ 102,18 per barel.
Sementara itu, harga minyak jenis Brent juga menguat 3,42% ke level US$ 107,77 per barel. Ketidakpastian di Timur Tengah ini memaksa para pelaku pasar global untuk bersikap lebih konservatif dalam mengelola modal mereka.
Strategi Transaksi di Sektor Komoditas
Merespons dinamika harga minyak mentah dunia, sektor energi dan komoditas kini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar. BNI Sekuritas memberikan saran agar investor mulai mencermati peluang beli pada sektor ini dengan manajemen risiko yang ketat.
Berikut adalah beberapa saham pilihan untuk strategi speculative buy beserta area harganya:
| Kode Saham | Area Beli | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|
| MEDC | 1.580 | 1.610 - 1.650 | 1.560 |
| ENRG | 1.575 | 1.610 - 1.630 | 1.545 |
| BIPI | 198 | 204 - 208 | 194 |
| BUMI | 208 - 212 | 216 - 220 | 208 |
| BKSL | 98 - 100 | 102 - 106 | 97 |
| HRTA | 2.670 | 2.730 - 2.790 | 2.600 |
Para investor diimbau untuk terus mewaspadai fluktuasi harga yang tinggi pada awal perdagangan. Kedisiplinan dalam menerapkan pembatasan kerugian sangat diperlukan mengingat perubahan harga komoditas global yang sangat dinamis.