IHSG Melemah ke Level 6.318 Imbas Kebijakan Ekonomi dan Suku Bunga BI

IHSG Melemah ke Level 6.318 Imbas Kebijakan Ekonomi dan Suku Bunga BI
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah ke Level 6.318 Imbas Kebijakan Ekonomi dan Suku Bunga BI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan hari Rabu, 20 Mei 2026. Pergerakan indeks saham domestik tersebut melemah sebesar 0,82 persen hingga mendarat di level 6.318.

Dilansir dari Suara, riset dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa kemerosotan IHSG dipengaruhi oleh sejumlah sentimen besar. Faktor utama bersumber dari pidato Presiden Prabowo Subianto serta keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Para investor di pasar modal tengah mencermati poin-poin pidato Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR. Agenda tersebut membahas penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.

Sentimen lain yang memicu perhatian pasar adalah rencana pemerintah mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN yang ditunjuk. Perusahaan pelat merah tersebut nantinya akan bertindak sebagai pengekspor tunggal.

Langkah kebijakan baru ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait stabilitas tata niaga komoditas nasional. Sektor yang paling terdampak dari rencana regulasi ini meliputi komoditas batu bara, CPO, dan mineral logam.

Tekanan pasar juga datang setelah adanya instruksi dari Presiden Prabowo kepada jajaran bank Himbara. Presiden meminta bank-bank milik negara tersebut untuk memangkas suku bunga kredit yang ditujukan bagi masyarakat kecil.

Di sisi lain, Bank Indonesia mengambil langkah agresif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026. Bank sentral secara mengejutkan mengerek BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Keputusan pengetatan moneter tersebut berada di atas ekspektasi pelaku pasar yang memproyeksikan kenaikan hanya sampai level 5 persen. Meski menekan saham, kebijakan ini sukses mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,29 persen ke posisi Rp17.654 per dolar AS.

Berdasarkan analisis teknikal Phintraco Sekuritas, indikator Stochastic RSI kini telah memasuki area jenuh jual atau oversold. Kondisi ini membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek melalui potensi formasi golden cross.

Kendati demikian, pelebaran histogram negatif pada Moving Average Convergence Divergence (MACD) terpantau masih bergulir. Situasi teknikal ini mengindikasikan bahwa tekanan koreksi terhadap IHSG belum sepenuhnya mereda.

Aktivitas perdagangan hari ini mencatat volume saham yang ditransaksikan mencapai 38,44 juta lembar. Nilai transaksi secara keseluruhan membukukan angka Rp22,34 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,44 juta kali.

Rincian pergerakan saham menunjukkan sebanyak 217 saham berhasil menguat dan 232 saham bergerak stagnan. Sementara itu, mayoritas saham sebanyak 510 emiten mengalami pelemahan kekuatan.

Barisan emiten yang menempati jajaran top gainers atau kenaikan tertinggi hari ini meliputi LCKM, SURE, APIC, INTD, dan MORA. Sebaliknya, jajaran saham top losers yang merosot paling tajam diisi oleh LMAX, LFLO, BANK, MIRA, dan IBFN.

Artikel terkait

Rekomendasi