IHSG Melemah ke Level 6.858 akibat Ketegangan Geopolitik Global

IHSG Melemah ke Level 6.858 akibat Ketegangan Geopolitik Global
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah ke Level 6.858 akibat Ketegangan Geopolitik Global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi sebesar 46,72 poin atau 0,68 persen ke posisi 6.858,9 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif dari ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Data Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Investor Daily menunjukkan total nilai transaksi harian mencapai Rp 16,04 triliun. Tercatat sebanyak 486 saham mengalami penurunan harga, 217 saham menguat, dan 256 saham lainnya stagnan dengan volume perdagangan mencapai 30,8 miliar lembar saham.

Sektor kesehatan memimpin pelemahan pasar dengan kemerosotan mencapai 3,51 persen, disusul sektor perindustrian yang turun 3,2 persen. Meski indeks melemah, sektor barang baku justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,85 persen, diikuti sektor transportasi yang naik 1,59 persen.

Pihak Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa kondisi pasar dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai situasi gencatan senjata dengan Iran yang berada dalam kondisi kritis. Investor mengkhawatirkan potensi gangguan distribusi di Selat Hormuz setelah adanya penolakan proposal damai dari Teheran.

Selain faktor geopolitik Timur Tengah, pelaku pasar juga menyoroti rencana pertemuan antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan mampu meredam kerapuhan hubungan dagang kedua negara serta membahas isu sensitif terkait Taiwan.

Sentimen domestik turut menekan laju IHSG seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah akibat penguatan dolar AS. Ketidakpastian global memicu aliran modal keluar menuju aset dolar di tengah ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Pasar saat ini juga tengah mengantisipasi pengumuman rebalancing MSCI Indonesia yang menjadi salah satu acuan penting bagi investor internasional dalam menilai pasar modal dalam negeri. Di tengah fluktuasi indeks, beberapa emiten tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers 12 Mei 2026
JenisEmitenPerubahan (%)Harga (Rp)
Top GainerPT Nusantara Almazia Tbk (NZIA)+30,82191
Top GainerPT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI)+25,00300
Top GainerPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)+24,901.630
Top GainerPT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN)+24,00155
Top GainerPT Inggria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA)+20,00120
Top LoserPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)-15,007.650
Top LoserPT Asia Pramulia Tbk (ASPR)-14,95330
Top LoserPT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)-14,94410
Top LoserPT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS)-14,81184
Top LoserPT Pyridam Farma Tbk (PYFA)-14,74324

Artikel terkait

Rekomendasi