Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112,77 pada Jumat, 29 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh aksi manajer investasi yang menyesuaikan portofolio menjelang pemberlakuan rebalancing indeks MSCI setelah penutupan pasar, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Koreksi pagi ini juga melanda kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang merosot 10,51 poin atau 1,69 persen ke level 609,89. Pergerakan indeks saham domestik sepanjang hari ini diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil tinggi.
Fluktuasi yang tajam ini disebabkan oleh besarnya volume penyesuaian portofolio oleh para pelaku pasar modal. Risiko kejatuhan harga membayangi emiten-emiten tertentu yang terkena dampak langsung dari perubahan keanggotaan indeks global tersebut.
"Rebalancing MSCI berpotensi memicu aksi jual masif, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut," jelas Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.
Menurut Ratna, fenomena penataan ulang aset oleh manajer investasi inilah yang menjadi motor utama tingginya volatilitas pasar sepanjang hari ini. Investor pun disarankan untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga yang tajam menjelang penutupan perdagangan sore.
Di tengah tekanan eksternal, pasar saham domestik mendapatkan sentimen positif dari rencana kebijakan pemerintah mengenai insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik berbasis baterai nikel. Besaran insentif yang sedang digodok berkisar antara 40 persen hingga 100 persen.
Langkah ini dinilai sebagai katalis positif jangka panjang bagi emiten produsen baterai listrik, meskipun pelaksanaannya dikabarkan tertunda satu bulan karena masih dalam tahap pembahasan. Sementara itu, dari pasar global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda setelah adanya laporan potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama 60 hari.
Peredaan tensi tersebut memberikan ruang penguatan bagi sejumlah bursa saham internasional, walaupun persetujuan final dari Presiden AS Donald Trump masih dinantikan oleh pelaku pasar global.
| Indeks | Posisi/Perubahan | Status |
|---|---|---|
| Nikkei (Jepang) | +1,85% (65.888,50) | Menguat |
| Strait Times (Singapura) | +0,73% (5.025,73) | Menguat |
| Shanghai (Tiongkok) | -0,45% (4.080,32) | Melemah |
| Wall Street (S&P 500) | +0,58% | Menguat |