Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan sebesar 2,42 persen dan berakhir di posisi 6.956,804 selama periode perdagangan 27 hingga 30 April 2026. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing serta merosotnya aktivitas transaksi harian di pasar modal domestik.
Dilansir dari Suara, indeks tersebut terkoreksi dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang masih bertahan di level 7.129,490. Kondisi pasar yang memerah ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia yang menyusut hingga 2,78 persen menjadi Rp12.382 triliun.
P.H. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Aulia Noviana Utami Putri, memberikan penjelasan mengenai perubahan signifikan pada nilai aset di bursa tersebut.
"Nila ikapitalisasi pasar di bursa juga mengalami penyusutan sebesar 2,78 persen," katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (1/5/2026).
Data BEI menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian pekan ini tercatat sebesar Rp18,27 triliun, atau turun dari angka Rp19,61 triliun pada pekan lalu. Selain nilai transaksi, frekuensi perdagangan harian juga merosot dari 2,75 juta kali menjadi 2,34 juta kali transaksi.
"Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami perubahan sebesar 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi dari 2,75 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya," ujarnya.
Volume transaksi harian saham juga tidak luput dari tren penurunan dengan koreksi sebesar 17,32 persen. Saat ini rata-rata volume perdagangan berada di angka 37,11 miliar lembar saham dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 44,88 miliar lembar saham.
| Indikator | Pekan Lalu | Pekan Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| IHSG | 7.129,490 | 6.956,804 | -2,42% |
| Kapitalisasi Pasar | Rp12.736 Triliun | Rp12.382 Triliun | -2,78% |
| Nilai Transaksi Harian | Rp19,61 Triliun | Rp18,27 Triliun | -6,81% |
| Volume Transaksi Harian | 44,88 Miliar Lembar | 37,11 Miliar Lembar | -17,32% |
Tekanan terhadap IHSG semakin diperkuat oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor internasional. Pada hari terakhir perdagangan, pemodal asing mencatatkan net sell senilai Rp1,486 triliun, menambah akumulasi aliran modal keluar sepanjang tahun 2026 berjalan hingga mencapai Rp49,874 triliun.