Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, indeks ditutup melemah sebesar 76,16 poin atau merosot 1,23% menuju level 6.130,1.
Pelemahan indeks ini diwarnai oleh aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang melanda sejumlah saham unggulan. Total nilai transaksi jual bersih yang dibukukan oleh investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 1,6 triliun.
Aktivitas pelepasan saham oleh investor asing paling besar terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 1,89 triliun. Sebaliknya, pasar negosiasi dan tunai justru membukukan beli bersih atau net buy oleh asing senilai Rp 287,38 miar.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi target pelepasan utama oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 386,04 miliar. Posisi berikutnya diikuti oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell sebesar Rp 359,76 miar.
Saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), juga ramai dilepas asing hingga mencatatkan net sell Rp 264,43 miliar. Tren serupa terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat penjualan bersih asing sebesar Rp 225,8 miliar.
Secara keseluruhan, nilai transaksi di bursa saham domestik mencatatkan total Rp 17,98 triliun pada akhir perdagangan. Volume perdagangan saham yang ditransaksikan menyentuh angka 22,9 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 1,94 juta kali.
Pergerakan pasar secara rinci menunjukkan dominasi koreksi dengan 461 saham ditutup melemah, sedangkan 258 saham berhasil menguat. Sementara itu, sebanyak 240 saham lainnya memilih bergerak stagnan tidak mengalami perubahan harga.
| No | Nama Perusahaan (Kode Saham) | Nilai Net Sell Asing |
|---|---|---|
| 1 | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) | Rp 386,04 miliar |
| 2 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp 359,76 miliar |
| 3 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | Rp 264,43 miliar |
| 4 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | Rp 225,8 miliar |
| 5 | PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) | Rp 191,6 miliar |
| 6 | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) | Rp 157 miliar |
| 7 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | Rp 116,5 miliar |
| 8 | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) | Rp 112,9 miliar |
| 9 | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | Rp 95,1 miliar |
| 10 | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) | Rp 41,7 miliar |