Aksi ambil untung pelaku pasar menjelang hari libur Idul Adha 1447 Hijriah memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sebesar 76,16 poin pada Selasa (26/5).
Dilansir dari Media Indonesia, penurunan tajam sebesar 1,23 persen tersebut membuat IHSG mendarat di posisi 6.130,19 pada akhir perdagangan sore di Bursa Efek Indonesia.
Kondisi serupa melanda kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang merosot sebesar 10,81 poin atau 1,71 persen menuju level 620,40.
Sesi perdagangan mencatat terjadinya transaksi sebanyak 1.964.477 kali dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,88 miliar lembar saham senilai Rp18,09 triliun.
Penurunan indeks ini didominasi oleh melemahnya sepuluh sektor saham, dengan penurunan terdalam dialami sektor industri sebesar 3,66 persen, diikuti properti 2,30 persen, dan barang konsumen non-primer 2,27 persen.
Sebaliknya, hanya sektor infrastruktur yang mengalami penguatan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,28 persen.
Rentetan saham yang terpuruk paling dalam di antaranya adalah MSIN, RISE, TALF, BHAT, dan ASPR, sedangkan penguatan terbesar dialami oleh saham MGNA, ARTA, NZIA, ELFI, dan AWAN.
Pelemahan pasar modal dalam negeri ini terjadi di tengah lesunya bursa saham regional Asia, termasuk penurunan Indeks Nikkei sebesar 0,29 persen dan indeks Shanghai sebesar 0,17 persen.
Faktor eksternal dari ketegangan geopolitik akibat serangan terbaru Amerika Serikat ke wilayah Iran Selatan turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Dampak sentimen global ini juga berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar Amerika Serikat.
"Pemicu pelemahan indeks antara lain karena profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (26/5).
Di samping sentimen pasar saham, fluktuasi komoditas juga terjadi di mana harga minyak mentah jenis Brent menguat 1,97 persen sementara jenis WTI justru melemah 4,97 persen.
"Sehingga, diperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat (29/5)," ujar Ratna.