Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112,77 pada perdagangan Jumat (29/5) pagi akibat aktivitas rebalancing portofolio oleh para manajer investasi pasif menjelang pemberlakuan efektif indeks MSCI pada 1 Juni mendatang.
Koreksi pasar saham domestik tersebut turut membayangi kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang merosot sebesar 10,51 poin atau 1,69 persen ke level 609,89, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, menyatakan bahwa fluktuasi yang terjadi merupakan respons teknikal dari pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026 lalu, meskipun sebagian besar manajer investasi diperkirakan telah mengambil posisi lebih awal.
"Melihat pola pergerakan saham pasca-pengumuman MSCI, kemungkinan sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio tanpa menunggu sampai tanggal terakhir 29 Mei 2026," ujar Hans Kwee, Co-Founder PasarDana.
Penurunan harga pada sejumlah emiten yang keluar dari MSCI Global Standard Index maupun MSCI Small Cap Index dinilai tidak merefleksikan penurunan kinerja fundamental perusahaan, melainkan karena faktor teknikal bobot dan likuiditas pasar.
"Penghapusan (deletion) ini bukan mencerminkan perubahan atau penurunan fundamental pada perusahaan tersebut. Banyak perusahaan yang dikeluarkan justru memiliki fundamental bagus, prospek baik, dan valuasi yang sangat menarik saat ini," imbuh Hans Kwee, Co-Founder PasarDana.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendukung penguatan transparansi pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor lokal maupun asing di tengah tekanan teknikal indeks global tersebut.