Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melonjak sebanyak 101 poin atau 1,43 persen ke posisi 7.149,25 pada Rabu (1/4/2026). Dilansir dari Investortrust, kenaikan signifikan ini terjadi secara paralel dengan lompatan yang dialami seluruh pasar saham di wilayah Asia.
Pertumbuhan indeks didorong oleh performa positif seluruh sektor saham yang tercatat di bursa. Laju penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor material dasar, energi, infrastruktur, properti, teknologi, serta consumer primer dan non-primer, yang kemudian diikuti oleh penguatan pada sektor keuangan.
Kenaikan harga saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) turut menjadi pilar penyokong pergerakan positif indeks pada pembukaan perdagangan pagi ini. Sejumlah saham mencatatkan pertumbuhan harga yang pesat, dipimpin oleh YPAS yang naik 20 persen menjadi Rp 1.110.
Selain YPAS, emiten LEAS juga membukukan kenaikan sebesar 12,50 persen ke level Rp 135, sementara saham WEHA menguat 9,03 persen menjadi Rp 169. Kondisi ini berbalik arah dari penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berakhir di zona merah.
Pada hari Selasa, IHSG sempat merosot 43,45 poin atau 0,61 persen ke level 7.048 akibat aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp 1,28 triliun. Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya sektor energi sebesar 2,75 persen, sektor industri 1,20 persen, serta sektor teknologi 1,31 persen.
Sektor consumer primer dan keuangan pada hari sebelumnya juga masing-masing terkoreksi 0,45 persen dan 0,53 persen. Meskipun indeks secara keseluruhan anjlok saat itu, sektor properti dan kesehatan justru mampu menunjukkan tren kenaikan di tengah tekanan pasar.
Beberapa saham bahkan berhasil menyentuh batas auto reject atas (ARA) saat indeks melemah kemarin. Lima saham tersebut meliputi CHEM yang melesat 34,94 persen, WEHA naik 34,78 persen, POLA menguat 34,48 persen, dan BANK yang tumbuh 24,41 persen menjadi Rp 530.
| Kode Saham | Harga Terakhir (Rp) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| YPAS | 1.110 | 20% |
| LEAS | 135 | 12,50% |
| WEHA | 169 | 9,03% |