IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.319 akibat Tekanan Jual Asing

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.319 akibat Tekanan Jual Asing
Foto: Ilustrasi IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.319 akibat Tekanan Jual Asing.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah pada akhir perdagangan Rabu (20/4/2026). Seperti diberitakan oleh Money, indeks saham domestik mengalami penurunan sebesar 0,82 persen atau berkurang 52 poin sehingga menetap di level 6.319.

Kondisi pasar saham dalam negeri masih dipengaruhi oleh aksi jual bersih atau net sell yang dilakukan oleh investor asing. Nilai penjualan bersih oleh pemodal internasional tersebut tercatat mencapai Rp 131 miliar.

Aksi pelepasan saham oleh investor asing paling banyak menyasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai mencapai Rp 376 billion. Pelepasan portofolio dalam skala besar juga melanda beberapa emiten sekunder lainnya.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan penjualan asing sebesar Rp 221 miliar. Diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 141 miliar.

Selain itu, arus modal keluar juga menimpa PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 123 miliar. Serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 114 miliar.

Di tengah gempuran aksi jual tersebut, beberapa emiten justru membukukan pembelian bersih atau net buy oleh pemodal asing. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin perolehan net buy asing dengan nilai Rp 223 miliar.

Permintaan tinggi juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net buy senilai Rp 218 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai Rp 111 miliar.

Investor asing juga menyuntikkan modal ke PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 83 miliar. Serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) senilai Rp 77 miliar.

Pergerakan indeks sepanjang hari bergerak cukup volatil dengan rentang yang lebar. Indeks sempat menguat hingga menyentuh titik tertinggi di posisi 6.459,556 sebelum akhirnya berbalik arah ke titik terendah pada level 6.215,562.

Pada awal pembukaan sesi, indeks saham sebenarnya bertengger di angka 6.352,202. Namun dominasi tekanan jual yang masif membuat mayoritas saham berguguran hingga akhir perdagangan.

Tercatat sebanyak 483 saham mengalami pelemahan harga pada perdagangan hari ini. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan 208 saham yang berhasil menguat, sedangkan 126 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Meskipun performa indeks utama berakhir melemah, intensitas perdagangan di lantai bursa terpantau relatif padat. Volume saham yang ditransaksikan menembus angka 41,128 miliar lembar saham.

Aktivitas perdagangan tersebut digerakkan melalui frekuensi transaksi yang mencapai 2,47 juta kali. Adapun total nilai transaksi atau turnover keseluruhan pada hari ini tercatat sebesar Rp 22,358 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi