Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum keluar dari tekanan pada sesi perdagangan Rabu (20/5/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks masih dibayangi oleh sentimen negatif dari dalam negeri dan pelemahan bursa global.
Pada sesi penutupan sebelumnya, IHSG tergelincir cukup dalam sebesar 3,46% dan parkir di level 6.370. Koreksi tajam ini tetap terjadi meskipun investor asing menorehkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp306 miliar di pasar reguler.
Gelombang tekanan di pasar modal utamanya dipicu oleh pergerakan saham-saham sektor komoditas dan konglomerasi. Situasi tersebut terjadi setelah berembus kabar burung mengenai rencana pemerintah mendirikan lembaga khusus untuk mengelola ekspor komoditas strategis, seperti batu bara, CPO, dan mineral logam.
Isu pembentukan badan baru itu langsung memercikkan kekhawatiran bagi para pelaku pasar. Investor mencemaskan kemungkinan adanya pengendalian harga jual yang berpotensi memangkas margin keuntungan serta profitabilitas perusahaan-perusahaan terkait, walaupun Kementerian ESDM sebenarnya telah menepis rumor tersebut.
Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan bahwa indeks saham domestik masih rentan mengalami koreksi lanjutan pada hari ini.
ÔÇ£Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan area support di 6.322 dan resistance pada 6.635,ÔÇØ tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Rabu (20/5/2026).
Perhatian para pemodal selanjutnya bakal tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Pasar mengantisipasi kebijakan bank sentral yang diprediksi akan mengerek suku bunga BI Rate sebesar 25 bps menuju level 5%.
Faktor lain yang berpeluang menggerakkan arah pasar dalam jangka pendek adalah pidato Presiden Prabowo. Kepala Negara dijadwalkan menyampaikan paparan mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Sentimen negatif juga datang dari luar negeri setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi di zona merah pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebesar 0,65% menuju posisi 49.363,8.
Koreksi serupa menimpa indeks S&P 500 yang terpangkas 0,67% ke level 7.353,6. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite yang padat saham teknologi mengalami penurunan paling dalam sebesar 0,84% menjadi 25.870,7.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, BRI Danareksa Sekuritas menyodorkan beberapa pilihan saham yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar untuk aktivitas perdagangan hari ini. Perusahaan sekuritas tersebut memberikan rekomendasi saham TLKM, MYOR, dan SUPA untuk trading, Rabu (20/5/2026).