IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.094 Akibat Kekhawatiran Makroekonomi

IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.094 Akibat Kekhawatiran Makroekonomi
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.094 Akibat Kekhawatiran Makroekonomi.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih mengalami tekanan. Penurunan ini diproyeksikan berlanjut pada sesi perdagangan yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026).

Pada sesi penutupan sebelumnya, indeks acuan pasar modal Indonesia ini merosot signifikan sebesar 3,54 persen. Koreksi tersebut membawa IHSG ke zona merah di posisi 6.094.

Dilansir dari Investor Daily, aktivitas pemodal internasional mencatatkan aksi jual bersih atau net sell. Nilai pelepasan aset tersebut mencapai Rp 508 miliar di pasar reguler.

Penyusutan nilai indeks domestik mencuat di kala bursa utama regional justru bergerak menguat. Kondisi ini juga berbarengan dengan melandainya harga minyak mentah di pasar global.

Sentimen global tersebut dipicu oleh kabar positif seputar perundingan proposal damai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, pasar domestik lebih merespons faktor risiko dari dalam negeri.

Pelaku pasar tengah mencermati penilaian dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Lembaga ini menyoroti dampak dari wacana kebijakan pengendalian ekspor komoditas.

S&P Global Ratings menilai bahwa langkah pembatasan tersebut berisiko menekan performa ekspor nasional. Dampak lanjutannya dapat menggerus pundi-pundi penerimaan negara.

Kebijakan tersebut dinilai memperbesar risiko terhadap stabilitas neraca pembayaran Indonesia. Situasi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar atas prospek ekonomi makro dan outlook rating utang Indonesia.

Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham

Dari sisi pergerakan grafik, posisi indeks saat ini masih tertahan dalam koridor tren penurunan atau bearish. Fase ini menuntut kecermatan dari para pelaku pasar modal.

ÔÇ£Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dengan support terdekat di area 6.000 dan support lanjutan 5.900, sementara resistance berada di kisaran 6.400,ÔÇØ tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Jumat (22/5/2026).

Sentimen pasar ke depan akan dipengaruhi oleh publikasi indikator ekonomi domestik terbaru. Investor kini menantikan rilis data Current Account Balance serta pertumbuhan M2 Money Supply.

Di sisi lain, pergerakan saham di pasar global menunjukkan performa yang positif. Indeks utama di bursa Wall Street Amerika Serikat kompak mengakhiri perdagangan dengan penguatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terapresiasi sebesar 0,55 persen menuju level 50.285,6. Penguatan ini menjadi salah satu katalis positif dari pasar global.

Laju positif juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang naik tipis 0,17 persen ke posisi 7.445,7. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat sebesar 0,087 persen menempati level 26.293,1.

Untuk aktivitas transaksi harian, terdapat beberapa saham yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar. Instrumen ini dapat menjadi pilihan alternatif di tengah fluktuasi indeks.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham CPIN dan AMRT untuk trading, Jumat (22/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi