IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan ke Rentang 6.060-6.240

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan ke Rentang 6.060-6.240
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan ke Rentang 6.060-6.240.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak melanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan 6.060 hingga 6.240 pada Jumat (29/5/2026).

Proyeksi penurunan indeks tersebut didukung oleh hasil analisa teknikal dari riset pagi BRI Danareksa Sekuritas sebagaimana dilansir dari Investortrust. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level 16.800 per dolar AS karena berisiko mendorong keluarnya modal asing lebih lanjut.

ÔÇ£Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi effective date rebalancing MSCI pada penutupan perdagangan hari ini yang diperkirakan dapat meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek,ÔÇØ tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan indeks adalah penguatan pasar saham dunia selama libur bursa dua hari terakhir, di mana indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 0,049%, diikuti Nasdaq yang naik 0,56% dan S&P500 sebesar 0,91%.

Terkait pilihan saham, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham EMAS dengan target harga Rp 7.900-8.275 dan PGAS dengan target Rp 1.925-1.955, sedangkan saham TOWR dan BSDE direkomendasikan jual.

Sebelum libur Idul Adha, IHSG ditutup anjlok sebanyak 76,15 poin atau 1,23% menuju level 6.130 dengan rentang pergerakan 6.124-6.286 dan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 15,24 triliun.

Kemerosotan nilai indeks tersebut dipicu oleh pelemahan seluruh sektor saham, meliputi sektor industri yang anjlok 3,38%, konsumer primer sebesar 2,20%, consumer non primer 1,69%, properti 2,14%, serta sektor keuangan sebesar 1,52%.

Sebaliknya, penguatan hanya melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan transportasi, sementara tekanan terbesar indeks datang dari jatuhnya harga saham ASII, INCO, MLTP, UNTR, BUVA, serta saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Artikel terkait

Rekomendasi