Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan mengalami pergerakan terbatas pada perdagangan Selasa (5/5/2026).
Dilansir dari Investortrust, indeks diperkirakan akan bergerak dalam kisaran support 6.920 hingga 7.000 serta resistance pada rentang 7.100 sampai 7.160.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp 17.400 per dolar AS menjadi faktor penekan utama pasar modal.
Kondisi tersebut diperparah oleh sikap pelaku pasar yang mengantisipasi rilis data pertumbuhan PDB kuartal I-2026 Indonesia yang diperkirakan melandai.
Sentimen negatif juga datang dari pasar global setelah indeks Wall Street ditutup melemah signifikan.
Indeks Dow Jones tercatat anjlok sebesar 1,13 persen, diikuti pelemahan S&P500 sebesar 0,41 persen, dan Nasdaq yang turun 0,19 persen.
Di sisi lain, konflik yang masih berlanjut di Timur Tengah turut memberikan tekanan pada performa sejumlah sektor ekonomi domestik.
Meskipun demikian, pada perdagangan sebelumnya IHSG mampu menguat tipis sebesar 15,15 poin atau 0,22 persen ke level 6.971,95.
Aktivitas investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 1,92 triliun, yang ditopang transaksi crossing saham PNGO di pasar negosiasi sebesar Rp 2,75 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan panduan investasi harian dengan merekomendasikan tiga saham pilihan untuk para investor.
Saham ITMG direkomendasikan beli dengan target harga Rp 27.025-27.600, diikuti PADI dengan target Rp 130-139, dan SRTG pada target Rp 1.870-1.960.
Sektor konsumer primer memimpin penguatan sebelumnya sebesar 2,53 persen, disusul konsumer non-primer 1,53 persen, dan infrastruktur 0,96 persen.
Sebaliknya, koreksi justru melanda saham-saham dari sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, serta material dasar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti FILM, BREN, PANI, MORA, CMRY, AALI, hingga TINS turut menjadi pendorong indeks.
Beberapa saham bahkan berhasil menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) pada perdagangan terakhir.
Lonjakan tertinggi dicatatkan oleh BCIP yang melesat 34,85 persen ke Rp 89 dan FWCT yang naik 34,83 persen menjadi Rp 120.
Selanjutnya, saham YPAS menguat 24,69 persen ke Rp 1.515, HERO naik 24,47 persen ke Rp 590, FILM melonjak 23,95 persen ke Rp 2.950, dan NETV meningkat 20,45 persen ke level Rp 106.