IHSG Bursa Efek Indonesia Dibuka Melemah ke Level 7410

IHSG Bursa Efek Indonesia Dibuka Melemah ke Level 7410
Foto: Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia Dibuka Melemah ke Level 7410.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah sebanyak 48,42 poin atau 0,65 persen ke level 7.410 pada Senin (13/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh merosotnya seluruh pasar saham di Asia yang terjadi bersamaan dengan melonjaknya harga minyak dunia.

Koreksi pada indeks dipicu oleh pelemahan di seluruh sektor saham. Dilansir dari Investortrust, sektor-sektor penekan tersebut meliputi material dasar, industri, konsumer primer, keuangan, properti, infrastruktur, hingga teknologi.

Meskipun indeks mengalami penurunan, beberapa saham terpantau mencatatkan kenaikan pesat pada pembukaan perdagangan. Saham WBSA menguat 24,78 persen menjadi Rp 282, saham BAPA naik 23,53 persen menjadi Rp 105, dan saham MICE meningkat 16,83 persen ke posisi Rp 590.

Performa ini berbalik dari capaian sepanjang pekan lalu, di mana IHSG sempat melesat hingga 6,14 persen dan menyentuh level 7.458. Lonjakan tersebut memicu kenaikan kapitalisasi pasar senilai Rp 884 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 13.189 triliun.

Pertumbuhan pada pekan lalu ditopang oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham BREN melesat 20,83 persen, BRPT melonjak 49,61 persen, DSSA menguat 10,48 persen, AMMN naik 15,43 persen, dan MSIN meningkat pesat sebesar 58,08 persen.

Seluruh sektor saham juga ikut menguat sepanjang pekan lalu dengan kenaikan tertinggi pada sektor material dasar sebesar 12,44 persen. Sektor konsumer primer menyusul dengan kenaikan 10,97 persen, infrastruktur 9,77 persen, energi 7,86 persen, industri 6,94 persen, dan keuangan 4,87 persen.

Walaupun IHSG sempat mencatatkan penguatan pesat hingga menjadi yang tertinggi di pasar saham Asean, pemodal asing terpantau masih agresif melepas saham. Total nilai transaksi penjualan oleh investor asing tersebut mencapai Rp 3,31 triliun sepanjang pekan lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi