IHSG Bursa Efek Indonesia 30 April 2026 Anjlok 2 Persen ke Level 6.956

IHSG Bursa Efek Indonesia 30 April 2026 Anjlok 2 Persen ke Level 6.956
Foto: Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia 30 April 2026 Anjlok 2 Persen ke Level 6.956.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks saham gabungan tersebut terjun sebanyak 144,43 poin atau setara 2,03% ke level 6.956.

Performa indeks bahkan sempat anjlok melampaui angka 3% hingga menyentuh level 6.876. Penurunan ini tercatat sebagai koreksi yang paling dalam di wilayah Asia.

Kondisi lesu ini dipicu oleh kejatuhan seluruh sektor saham di lantai bursa. Sektor material dasar, industri, properti, dan konsumer non-primer menjadi pendorong utama, sementara sektor lainnya mengalami pelemahan di atas 1%.

Tekanan terhadap indeks turut didorong oleh kemerosotan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Jajaran emiten seperti BBCA, BREN, TPIA, BBRI, BMRI, EMAS, DSSA, MORA, UNTR, PTRO, PANI, hingga MDKA terpantau mengalami penurunan.

Kendati indeks gabungan melemah secara drastis, beberapa saham tetap berhasil mencatatkan penguatan nilai yang signifikan.

Saham SDMU memimpin dengan kenaikan 28,57% ke posisi Rp 126, disusul HERO yang menguat 24,74% menjadi Rp 474, dan ADHI naik 16,48% ke angka Rp 212. Emiten SONA juga menanjak 15,70% menjadi Rp 2.580, diikuti INDS yang menguat 15,79% ke level Rp 440.

Selain itu, saham ASPR menguat 7,03% menjadi Rp 274, PTPP naik 6,45% ke posisi Rp 264, dan TOOL menanjak 6,38% menjadi Rp 100. Saham MOLI juga mencatat kenaikan 6,34% ke harga Rp 302, serta DOSS yang menguat 5,37% ke level Rp 157.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan hari sebelumnya, di mana indeks sempat berbalik menguat atau rebound sebanyak 28,84 poin atau 0,41% ke posisi 7.101.

Pada perdagangan hari sebelumnya tersebut, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 1,19 triliun. Penjualan bersih terbesar melanda saham BMRI senilai Rp 443,80 miar, BBCA sebesar Rp 307,73 miliar, dan BBRI sebanyak Rp 69,54 miliar.

Sektor-sektor yang sempat menyokong penguatan harian sebelumnya meliputi sektor industri sebesar 2,41% dan sektor infrastruktur 1,48%. Sektor teknologi juga naik 1,45%, diikuti konsumer non-primer 1,08%, keuangan 1,04%, energi 0,45%, properti 0,39%, dan transportasi 0,31%.

Pada sesi perdagangan tersebut, sejumlah emiten bahkan berhasil menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham INOV melonjak 34,68% menjadi Rp 167, TOOL melesat 34,29% menjadi Rp 94, dan saham KONI menguat 24,89% ke posisi Rp 2.960.

Artikel terkait

Rekomendasi