Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tren pelemahan atau koreksi pada perdagangan Selasa (5/5/2026) menurut laporan Money. Pergerakan ini terjadi setelah indeks ditutup menguat tipis sebesar 0,22 persen ke level 6.971,953 pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini sedang dalam posisi menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi domestik (GDP). Data tersebut dianggap sebagai indikator utama untuk menentukan arah pasar modal Indonesia ke depan.
Investor juga dilaporkan tetap memantau eskalasi geopolitik di wilayah Timur Tengah yang berisiko memicu volatilitas keuangan di tingkat global. Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah yang masih mengalami depresiasi terhadap dollar Amerika Serikat menjadi faktor tambahan yang menekan laju indeks domestik.
Prediksi pergerakan IHSG untuk hari Selasa diperkirakan akan berada pada level support di rentang 6.923 dan level resistance pada kisaran 7.033. Proyeksi ini merujuk pada analisis teknikal terhadap dinamika pasar terkini.
"Untuk besok kami memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 6.923 dan resist 7.033. Untuk sentimen, akan ada rilis GDP Indonesia dan juga investor masih mencermati perkembangan Timur Tengah serta nilai tukar Rupiah yg masih terdepresiasi atas dollar AS," ujar Herditya Wicaksana, Analis teknikal MNC Sekuritas.
Beberapa emiten direkomendasikan untuk dicermati oleh investor ritel dalam menghadapi situasi pasar tersebut. Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) diprediksi bergerak antara Rp 1.865 hingga Rp 1.955, sementara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki target harga Rp 3.020 sampai Rp 3.120.
Adapun PT Sumber Global Energy Tbk (SMGA) diproyeksikan bergerak di rentang Rp 108 hingga Rp 113. Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi accumulative buy untuk saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan proyeksi support Rp 4.350 dan resistance Rp 4.560.
BCA Sekuritas menyoroti pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang tengah menguji pola teknikal tertentu dengan indikator RSI melemah dan volume menurun. Saham BRMS ditutup melemah 3,11 persen ke level Rp 780 pada Senin (4/5).
| Kode Saham | Rekomendasi | Target / Rentang Harga (Rp) |
|---|---|---|
| SRTG | Trading | 1.865 - 1.955 |
| PTBA | Trading | 3.020 - 3.120 |
| SMGA | Trading | 108 - 113 |
| BMRI | Accumulative Buy | 4.350 - 4.560 |
| BRMS | Buy on Weakness | 750 - 920 |