Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan secara terbatas pada perdagangan Jumat (8/5/2026) setelah ditutup naik 1,15 persen ke posisi 7.174,321. Pergerakan indeks ini dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global dan penantian rilis data ekonomi domestik, sebagaimana dilansir dari Money.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia serta memantau situasi di Timur Tengah. Berdasarkan analisisnya, titik dukung atau support indeks berada pada angka 7.115 dengan titik hambatan atau resistance di level 7.230.
ÔÇ£Untuk besok (Jumat) kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 7.115 dan resist 7.230, dimana investor masih akan mencermati perkembangan Timur Tengah dan akan ada rilis cadangan devisa Indonesia,ÔÇØ ujar Herditya, Analis teknikal MNC Sekuritas.
Peningkatan indeks juga dipicu oleh perbaikan volume beli pada sektor perbankan dan konsumsi. Herditya memberikan rekomendasi sejumlah saham untuk diperhatikan investor pada sesi perdagangan akhir pekan ini.
ÔÇ£Indikator teknikal juga mulai menunjukkan perbaikan dengan meningkatnya volume beli pada saham-saham perbankan dan konsumsi, walaupun investor asing masih cenderung wait and see,ÔÇØ paparnya.
Pandangan optimistis juga disampaikan oleh Founder Republik Investor, Hendra Wardana, yang menyebut IHSG mulai keluar dari fase konsolidasi jangka pendek. Keberhasilan indeks menembus area 7.151 dinilai membuka peluang menuju rentang 7.200 hingga 7.250 dalam waktu dekat.
ÔÇ£Namun perlu diperhatikan bahwa area 7.200-7.250 merupakan resistance psikologis yang cukup kuat karena sebelumnya menjadi area distribusi pasar,ÔÇØ ucap Hendra, Founder Republik Investor.
Hendra menambahkan bahwa stabilitas harga minyak dunia dan kelanjutan negosiasi pembukaan Selat Hormuz menjadi faktor eksternal yang krusial bagi laju pasar. Menurutnya, rotasi dana saat ini masih mengarah pada saham-saham berkapitalisasi besar di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Investor disarankan untuk tetap waspada jika indeks kembali turun ke bawah level 7.100, karena berisiko memicu pergerakan menyamping atau sideways. Untuk pilihan investasi, beberapa sektor seperti nikel, perkebunan, dan media dinilai memiliki momentum teknikal yang mulai membaik.