IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.100 Didukung Saham Perbankan

IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.100 Didukung Saham Perbankan
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.100 Didukung Saham Perbankan.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak positif pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Indeks saham tersebut berpeluang melanjutkan tren kenaikan dalam kisaran rentang 7.000 hingga 7.100.

Analisis teknikal dari BRI Danareksa Sekuritas, yang dikutip dari Investortrust, menunjukkan adanya potensi penguatan terbatas bagi indeks. Target resistance terdekat untuk pergerakan hari ini diproyeksikan berada pada level 7.100 sampai 7.160.

Sektor perbankan beserta kelompok konglomerasi diprediksi menjadi penopang utama pergerakan indeks dalam periode dekat. Sentimen positif ini didorong oleh euforia pasar terhadap rilis data ekonomi nasional yang realisasinya melampaui estimasi awal.

Pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat mencapai 5,61%. Angka tersebut melampaui target pasar sebesar 5,30% sekaligus menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal III-2022.

Kondisi pasar modal global turut memberikan stimulus positif setelah bursa saham Wall Street mencatatkan kenaikan signifikan. Indeks Dow Jones terpantau menguat 0,73%, diikuti oleh S&P500 yang naik 0,81%, serta Nasdaq yang melonjak 1,03%.

Untuk pilihan saham, pihak sekuritas memberikan rekomendasi beli terhadap tiga emiten. Target harga untuk saham RAJA dipatok pada Rp 4.670-5.025, saham PADI pada Rp 130-139, dan saham GZCO pada level Rp 234-242.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat tajam sebesar 85,16 poin atau 1,22% ke level 7.057. Kendati indeks menguat, investor asing justru membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 518,38 miliar.

Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak menimpa emiten BBRI sebesar Rp 342,20 miliar. Selain itu, saham EMAS mencatatkan net sell senilai Rp 169,25 miliar, dan saham BBCA turut dilepas sebanyak Rp 144,82 miliar.

Kenaikan indeks sebelumnya sangat dipengaruhi oleh performa saham-saham di bawah kendali Prajogo Pangestu, seperti BRPT dan TPIA yang berhasil menyentuh batas auto reject atas (ARA). Emiten CDIA juga melesat 13,33%, CUAN terangkat 12,07%, dan BREN menguat 2,83%.

Penguatan indeks juga mendapat sokongan dari jajaran saham perbankan kategori KBMI IV. Beberapa di antaranya meliputi emiten BBRI, BBCA, BMRI, serta BBNI yang bergerak di zona hijau.

Aktivitas transaksi di awal sesi perdagangan turut mencatat sejumlah emiten yang mengalami lonjakan harga secara pesat. Saham ENZO naik 34,72% ke posisi Rp 97, BRPT menguat 24,66% menjadi Rp 2.300, dan ABDA meningkat 24,92% ke level Rp 3.810.

Selanjutnya, pergerakan positif juga dialami oleh saham KONI yang terapresiasi 24,69% menjadi Rp 2.980. Emiten BOBA ikut menanjak sebesar 24,39% menuju harga Rp 306, sementara saham TPIA mencatatkan penguatan sebesar 19,70% ke level Rp 6.075.

Artikel terkait

Rekomendasi