Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami kecenderungan menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) dalam kisaran support 7.022 hingga resistance 7.152, dilansir dari Investortrust.
Kondisi pasar modal saat ini dipengaruhi oleh pergerakan indeks utama di bursa saham Wall Street, Amerika Serikat, yang mencatatkan penguatan. Faktor pendorong sentimen positif global tersebut meliputi indikasi penyelesaian konflik di Timur Tengah serta laporan pendapatan Advanced Micro Devices yang mendorong reli saham produsen chip dan sektor kecerdasan buatan (AI).
Analisis teknikal menunjukkan posisi indeks masih berada di atas MA5 dengan indikator Stochastic membentuk pola golden cross serta candle terakhir yang membentuk pola doji. Kondisi ini dinilai memberikan ruang bagi kelanjutan peningkatan indeks domestik.
"Pola ini membuka peluang kenaikan IHSG hari ini dengan saham pilihan ANTM, BRMS, SMGR, dan UNTR," tulis Reliance Sekuritas.
Rekomendasi beli diberikan oleh Reliance Sekuritas untuk saham ANTM dengan target harga Rp 4.280, BRMS dengan target Rp 945, SMGR dengan target Rp 2.370, dan UNTR dengan target Rp 33.100.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,50 persen atau bertambah 35,36 poin menuju level 7.092. Meskipun indeks naik, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 482,07 miliar di pasar reguler.
Aksi jual bersih oleh investor asing paling banyak menimpa saham BMRI senilai Rp 188,91 miliar, diikuti oleh saham BRPT sebesar Rp 121,55 miliar, dan saham BBCA sejumlah Rp 90,46 miliar.
Laju indeks pada hari sebelumnya ditopang oleh penguatan di beberapa sektor, yang dipimpin oleh sektor material dasar sebesar 1,91 persen, sektor consumer non primer 1,42 persen, dan sektor teknologi 1,21 persen. Sektor properti juga naik 0,99 persen serta sektor infrastruktur tumbuh 0,40 persen, sementara sektor keuangan dan kesehatan justru melemah.
Beberapa saham turut mencatatkan kenaikan harga yang signifikan, seperti saham DEFI yang melonjak 34,23 persen ke Rp 200, RICY naik 34,04 persen ke Rp 126, dan PYFA meningkat 25 persen ke Rp 380. Selanjutnya, saham ABDA menguat 24,93 persen ke Rp 4.760, TALF naik 24,63 persen ke Rp 119, serta MLPT menguat 19,95 persen menjadi Rp 24.500.