Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diprediksi bergerak melemah pada Senin (30/3/2026) dalam rentang 7.022 hingga 7.148. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari bursa global dan kondisi teknikal indeks yang menunjukkan tren jenuh beli.
Analisis dari Reliance Sekuritas mengungkapkan adanya pola teknikal tertentu yang menunjukkan potensi koreksi lanjutan. Kondisi ini terpantau setelah pergerakan pasar saham pada pekan sebelumnya ditutup dengan tren menurun, sebagaimana dilansir dari Investortrust.
"Dengan pola ini, kami perkirakan IHSG akan mengalami pelemahan dengan saham pilihan BRMS, ELSA, ANTM, dan BREN," tulis Reliance Sekuritas dalam riset pagi.
Penjelasan teknikal tersebut merujuk pada bentuk candle terakhir IHSG yang berupa black spinning top di bawah garis rata-rata MA5. Selain itu, indikator Stochastic telah menunjukkan sinyal dead cross pada area jenuh jual (oversold) yang memperkuat prediksi pelemahan indeks hari ini.
Faktor eksternal turut menekan posisi IHSG seiring jatuhnya indeks utama di bursa Wall Street, Amerika Serikat. Ketidakpastian mengenai hubungan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sumber sentimen negatif utama yang membayangi pergerakan modal global.
Dampak pelemahan ini sudah terlihat pada pembukaan pasar saham Asia pagi ini. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 0,43 persen, sementara indeks Kospi di Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 0,40 persen.
Meskipun indeks secara keseluruhan cenderung melemah, Reliance Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk sejumlah saham komoditas dan energi. Target harga untuk BRMS ditetapkan pada level Rp 810, ELSA pada Rp 835, ANTM sebesar Rp 3.930, dan BREN mencapai Rp 6.300.
Data statistik mingguan dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pada pekan lalu IHSG telah terkoreksi tipis sebesar 0,14 persen atau 9,78 poin ke level 7.097. Penurunan ini berdampak pada nilai kapitalisasi pasar BEI yang merosot hingga Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
BEI mencatat bahwa fluktuasi indeks pada pekan ini diperkirakan berada dalam rentang 7.097-7.323. Sempat terjadi lonjakan signifikan lebih dari 1,8 persen pasca libur panjang lebaran, namun penguatan tersebut langsung tergerus oleh aksi jual pada transaksi hari Kamis dan Jumat.