Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami pergerakan yang terbatas pada perdagangan hari Senin (25/5/2026). Pergerakan ini terjadi setelah indeks berhasil mencatatkan performa positif pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Seperti dilansir dari Investor Daily, IHSG mampu bertengger di level 6.162 atau mengalami penguatan sebesar 1,1% pada perdagangan terakhirnya. Pada saat yang sama, aktivitas investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,07 triliun.
Kenaikan atau rebound ini dipicu oleh beredarnya rumor mengenai kebijakan ekspor komoditas strategis. Pemerintah Indonesia dikabarkan bakal menunda penerapan penuh kebijakan ekspor batu bara serta komoditas strategis lain yang dikendalikan negara sampai 1 Januari 2027.
Faktor teknikal turut memengaruhi penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya. IHSG dinilai sudah menyentuh area support pentingnya yang berada di rentang 5.900 hingga 6.000, sehingga memicu terjadinya technical rebound.
ÔÇ£Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas dengan range support di 6.100 dan resistance pada 6.400,ÔÇØ tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Senin (25/5/2026).
Para pelaku pasar saat ini masih terus memantau perkembangan regulasi terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis. Fokus perhatian tertuju pada mekanisme serta implementasi aturan yang sejauh ini dinilai masih memunculkan beragam interpretasi dari berbagai pihak.
Di sisi lain, pasar saham global menunjukkan sentimen positif setelah indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58% menuju level 50.579,7.
Penguatan Wall Street juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang terangkat sebesar 0,37% ke posisi 7.473,4. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turut ditutup menguat +0,19% menjadi berada pada level 26.343,9.
Menghadapi kondisi pasar tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham CPIN, HRTA, dan ESSA untuk aktivitas trading pada Senin (25/5/2026).