Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup berbalik melemah tipis sebesar 2,81 poin atau 0,05 persen ke level 6.127 pada Jumat (29/5/2026). Penurunan ini berbanding terbalik dengan kondisi sesi I yang sempat melonjak hingga 87,69 poin atau 1,43 persen ke posisi 6.217.
Dikutip dari Investortrust, tekanan terhadap pasar saham menjelang penutupan dipicu oleh kemerosotan saham BBCA sebesar Rp 275 atau 4,60 persen. Koreksi ini membawa saham tersebut ke level terendah baru dalam lebih dari lima tahun terakhir di posisi Rp 5.700.
Pelemahan indeks turut didorong oleh kejatuhan saham-saham perbankan besar lainnya. Saham BBRI merosot 3,91 persen menjadi Rp 2.950, BBNI anjlok 3,65 persen ke level Rp 3.700, dan BMRI mengalami penurunan 1,21 persen ke posisi Rp 4.080.
Penurunan paling dalam pada perdagangan kali ini melanda saham sektor keuangan sebesar 1,04 persen, disusul sektor kesehatan yang merosot 1,49 persen. Sektor properti juga turun 1,09 persen, sektor konsumer non-primer menyusut 0,64 persen, serta sektor teknologi melemah 0,63 persen.
Sebaliknya, saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu justru mencatatkan kenaikan yang signifikan. Saham BREN melonjak 25 persen menjadi Rp 3.300, PTRO naik 24,87 persen ke level Rp 4.670, BRPT meningkat 24,76 persen menjadi Rp 1.940, dan CUAN melesat 24,75 persen ke posisi Rp 630. Sementara itu, saham CDIA menguat 12,58 persen menjadi Rp 850.
Peningkatan performa juga terjadi pada saham di sektor material dasar, industri, energi, serta sektor konsumer secara umum.
Rekam Jejak Tekanan Pasar Saham
Sebelum penutupan ini, IHSG sempat ambles sebanyak 76,15 poin atau 1,23 persen ke tingkat 6.130. Indeks bergerak dalam rentang 6.124 hingga 6.286 dengan nilai transaksi total mencapai Rp 15,24 triliun.
Pelemahan sebelumnya disebabkan oleh penurunan di seluruh sektor saham. Sektor industri sempat anjlok 3,38 persen, sektor konsumer primer merosot 2,20 persen, sektor konsumer non-primer turun 1,69 persen, sektor properti melemah 2,14 persen, dan sektor keuangan terpangkas 1,52 persen.
Meskipun demikian, penguatan sempat melanda beberapa sektor seperti teknologi, infrastruktur, dan transportasi. Adapun tekanan terbesar pada indeks hari ini secara keseluruhan bersumber dari kejatuhan saham ASII, INCO, MLTP, UNTR, dan BUVA, yang diperparah oleh penurunan harga saham perbankan berkapitalisasi besar.