IHSG Anjlok 3,54 Persen Akibat Tekanan Jual Masif Sektor Energi

IHSG Anjlok 3,54 Persen Akibat Tekanan Jual Masif Sektor Energi
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok 3,54 Persen Akibat Tekanan Jual Masif Sektor Energi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,54 persen hingga menyentuh posisi 6.094 pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Kejatuhan indeks ini dipicu oleh aksi jual masif yang terjadi di seluruh sektor saham sepanjang hari perdagangan, sebagaimana dilansir dari Suara.

Data perdagangan menunjukkan pelemahan terdalam melanda sektor energi yang merosot hingga 6,91 persen. Kondisi pasar modal kian tertekan seiring melemahnya nilai tukar rupiah sebesar 0,07 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada penutupan hari yang sama.

Sentimen negatif pasar diperparah oleh penurunan harga minyak mentah dunia serta kebijakan baru terkait ekspor komoditas kelapa sawit (CPO) dan batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Selain itu, rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta isu margin call pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut menekan perbankan dan pertambangan.

"Pelemahan dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dan kebijakan Menteri ESDM yang memerintahkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas untuk segera menyerahkan hak partisipasi sebesar 10 persen kepada pemerintah daerah," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Meskipun indeks berhasil menutup celah kosong di area 6.092, potensi penurunan lanjutan menuju level psikologis 6.000 masih terbuka apabila tekanan jual dari investor belum mereda.

"Support kuat berikutnya berada di level 5.882," tulis Phintraco Sekuritas.

Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebanyak 33,81 juta saham yang ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp18,47 triliun melalui frekuensi 2,12 juta kali. Dalam penutupan tersebut, sebanyak 700 saham tercatat melemah dengan emiten BUKK, IRSX, ENRG, POLU, dan RAJA sebagai jajaran yang mengalami penurunan terbesar.

Artikel terkait

Rekomendasi