Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 1,43 persen ke level 6.807 pada akhir perdagangan sesi pertama, Selasa (12/5/2026). Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual pada deretan saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Money menunjukkan indeks komposit kehilangan poin signifikan setelah sempat dibuka di zona hijau. Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi penekan utama pasar dengan kejatuhan harga mencapai 15 persen.
Koreksi harga juga melanda saham-saham unggulan lainnya di pasar modal dalam negeri. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terpangkas 3,7 persen, disusul PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 2,06 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 1,2 persen.
Secara sektoral, penurunan pasar dipimpin oleh sektor industrial dan infrastruktur yang berada di posisi terlemah. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi satu-satunya kelompok saham yang mampu bertahan di zona hijau hingga jeda siang.
Kondisi pasar di Jakarta berbanding terbalik dengan tren di kawasan regional yang cenderung bervariasi. Bursa saham Tokyo dan Hong Kong tercatat menguat pada siang hari, sementara bursa Mumbai dan Shanghai menyusul IHSG ke zona merah.
IHSG sebenarnya mengawali perdagangan dengan optimisme di level 6.946,84 dan sempat mencapai titik tertinggi di posisi 6.977,28. Namun, tekanan jual yang terus meningkat menyeret indeks hingga menyentuh level terendah harian di angka 6.802,84.
Statistik perdagangan mencatat mayoritas saham bergerak melemah dengan 456 saham turun, 192 saham menguat, dan 166 saham stagnan. Aktivitas pasar terpantau cukup padat dengan volume transaksi mencapai 18,89 miliar saham yang bernilai total Rp 7,50 triliun melalui 1,49 juta kali frekuensi perdagangan.