IHSG Anjlok ke Level 6.599 akibat Sentimen Global dan Rupiah Lemah

IHSG Anjlok ke Level 6.599 akibat Sentimen Global dan Rupiah Lemah
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok ke Level 6.599 akibat Sentimen Global dan Rupiah Lemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot hingga akhir perdagangan pada Senin, 18 Mei 2026. Seperti diberitakan oleh Suara, indeks saham domestik ini terkoreksi sebesar 1,85 persen menuju level 6.599.

Hasil riset Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa kejatuhan IHSG dipicu oleh kombinasi tekanan sentimen global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Minimnya katalis positif membuat mayoritas indeks saham di bursa Asia ikut bergerak di zona merah.

Kekhawatiran pasar meningkat seiring memanasnya kembali hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik tersebut diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang memicu kecemasan terhadap inflasi global.

Kondisi ini mendorong para investor untuk mengurangi kepemilikan aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk pasar saham Indonesia. Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG semakin berat setelah nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,4 persen.

Mata uang Garuda ditutup pada level Rp 17.668 per dolar AS, yang menjadi posisi penutupan terendah dalam sejarah. Pelemahannya memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

"Tekanan terhadap Rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan di hari Selasa-Rabu pekan ini (19-20/5)," tulis Phintraco dalam risetnya.

Potensi kenaikan suku bunga dinilai dapat menahan minat investor di pasar modal karena berisiko meningkatkan biaya dana. Sentimen ini berjalan selaras dengan pelemahan di beberapa bursa saham Asia akibat ketidakpastian kebijakan moneter global.

Aktivitas perdagangan saham hari ini mencatatkan volume 29,89 juta saham yang berpindah tangan. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 20,70 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,54 juta kali.

Berdasarkan data pergerakan saham, terdapat 129 saham yang bergerak menguat. Sebaliknya, sebanyak 647 saham mengalami penurunan harga dan 183 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula.

Emiten yang menempati jajaran saham dengan kenaikan tertinggi antara lain DYAN, BLUE, BPTR, SMKL, dan GSMF. Sementara itu, jajaran saham yang mengalami pelemahan paling dalam diisi oleh DSSA, TPIA, APIN, KONI, serta WBSA.

Artikel terkait

Rekomendasi