IHSG Anjlok ke Level 6.755 Akibat Rebalancing Indeks MSCI

IHSG Anjlok ke Level 6.755 Akibat Rebalancing Indeks MSCI
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok ke Level 6.755 Akibat Rebalancing Indeks MSCI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot ke level 6.755,77 pada perdagangan Rabu (12/5/2026) menyusul pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI yang mengeluarkan enam saham besar asal Indonesia. Penurunan tajam ini dipicu oleh koreksi signifikan pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar seperti TPIA, AMMN, dan BREN.

Berdasarkan laporan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Market, indeks komposit terkoreksi sebesar 1,50 persen atau turun 103,12 poin dalam waktu singkat hingga pukul 09.02 WIB. Pergerakan IHSG pada pagi hari ini tercatat sempat menyentuh level terendah pada angka 6.741,60 dan level tertinggi di posisi 6.769,82.

Kondisi pasar menunjukkan tekanan jual yang masif dengan tercatatnya 332 saham yang terkoreksi, berbanding terbalik dengan hanya 139 saham yang menguat, sementara 185 saham lainnya bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar di bursa saat ini berada pada angka Rp11.929,72 triliun di tengah sentimen negatif global.

Daftar Saham Paling Berpengaruh pada Pembukaan Perdagangan
EmitenKode SahamPerubahan Harga (%)Level Harga (Rp)
Chandra Asri Pacific Tbk.TPIA-11,49%6.000
Amman Mineral Internasional Tbk.AMMN-9,83%3.670
Dian Swastatika Sentosa Tbk.DSSA-8,15%1.070
Barito Renewables Energy Tbk.BREN-6,37%-
Bank Central Asia Tbk.BBCA+0,82%6.175

MSCI Inc. dalam tinjauan Mei 2026 secara resmi mengumumkan penghapusan enam emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Index tanpa adanya konstituen baru dari RI. Keenam saham yang didepak tersebut adalah AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang perubahannya akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memberikan proyeksi bahwa pergerakan indeks akan terus fluktuatif dengan kecenderungan melemah akibat kombinasi sentimen MSCI dan ketegangan geopolitik. Pada hari sebelumnya, investor asing tercatat sudah melakukan aksi jual bersih senilai Rp799 miliar, terutama pada saham ANTM dan BMRI.

ÔÇ£IHSG kemungkinan berpotensi open gap down untuk menguji level support di area 6.600ÔÇô6.700 sebagai dampak dari pengumuman MSCI Review semalam. Namun, setelah menyentuh level tersebut, indeks berpeluang mengalami technical rebound,ÔÇØ ujar Fanny dalam riset harian, Rabu (13/5/2026).

Kondisi bursa domestik ini juga selaras dengan pelemahan di Wall Street, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq memerah akibat lonjakan inflasi. Selain itu, harga minyak WTI melesat hingga level US$102,18 per barel setelah adanya pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kritisnya status gencatan senjata dengan Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi