IHSG Anjlok 2,86 Persen ke Level 6.969 pada 8 Mei 2026

IHSG Anjlok 2,86 Persen ke Level 6.969 pada 8 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok 2,86 Persen ke Level 6.969 pada 8 Mei 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir terpuruk pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Pelemahan signifikan ini terjadi di tengah masifnya aksi jual oleh investor asing serta memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks saham domestik ini merosot sebanyak 204,925 poin atau setara 2,86 persen. Penurunan tersebut memaksa IHSG parkir di posisi 6.969,396.

Akibat koreksi yang cukup dalam ini, IHSG harus rela melepaskan posisinya di atas level psikologis 7.000. Sepanjang hari, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 485 miliar di pasar reguler.

Tekanan jual paling besar menyasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pelepasan bersih menyentuh angka Rp 436 miliar. Pergerakan ini menjadi faktor utama pemberat laju indeks pada hari tersebut.

Selain BMRI, sejumlah saham lain juga banyak dilepas investor mancanegara, termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 83 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 76 miliar.

Daftar saham yang dilepas juga mencakup PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan net sell Rp 73 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang mencapai Rp 68 miliar.

Meskipun demikian, beberapa saham unggulan masih mampu menarik minat beli investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin akumulasi beli bersih atau net buy sebesar Rp 177 miliar.

Saham-saham lain yang turut dikoleksi adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 134 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 105 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 65 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 35 miliar.

Statistik Perdagangan Bursa Efek Indonesia

IHSG sebenarnya sempat dibuka menguat pada posisi 7.182,961 dan menyentuh level tertinggi harian di angka 7.186,830. Namun, tekanan jual mulai mendominasi sejak sesi kedua perdagangan dimulai.

Aktivitas di lantai bursa terpantau cukup padat dengan volume transaksi menembus 56,349 miliar lembar saham. Total nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 36,095 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.828.918 kali.

Secara keseluruhan, mayoritas saham bergerak di zona merah dengan rincian 575 saham melemah, 133 saham berhasil menguat, dan 108 saham lainnya stagnan. Kondisi ini turut menyeret kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 12.431,382 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi