Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dengan penurunan sebesar 98,49 poin atau setara 1,43% ke posisi 6.807,12 pada penutupan sesi I, Selasa (12/5/2026). Dikutip dari Investor Daily, pergerakan indeks sepanjang hari ini terpantau fluktuatif dalam kisaran 6.802 hingga 6.977.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 18,89 miliar lembar saham. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 7,5 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.491.031 kali transaksi pada paruh pertama hari ini.
Kondisi pasar didominasi oleh tren negatif dengan 456 saham yang melemah, sementara hanya 192 saham yang berhasil menguat. Adapun 166 saham lainnya terpantau stagnan, dan indeks saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 ikut merosot 0,83%.
Sektor perindustrian menjadi beban utama pasar setelah ambles hingga 3,44%. Pelemahan ini diikuti oleh sektor infrastruktur yang turun 2,9%, sektor kesehatan menyusut 2,24%, teknologi terkoreksi 1,52%, serta sektor barang konsumsi primer yang melemah 1,51%.
Satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau hanyalah transportasi dengan penguatan sebesar 2,73%. Sementara itu, bursa di kawasan Asia bergerak variatif dengan kenaikan di Hang Seng (0,15%) dan Nikkei (0,4%), namun Straits Times dan Shanghai masing-masing turun 0,04% serta 0,52%.
Meskipun indeks secara keseluruhan melemah, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan di atas 24%. Bahkan, tiga emiten di antaranya menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan sesi pertama ini.
| Nama Emiten | Kenaikan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) | 25% | 300 |
| PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) | 24,9% | 1.630 |
| PT Perdana Bangun Pusakan Tbk (KONI) | 24,41% | 3.160 |
| PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) | 24,8% | 156 |
| PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) | 24,39% | 102 |
Daftar Saham Top Losers dan ARB
Di sisi lain, terdapat enam emiten yang mengalami koreksi tajam hingga membentur batas Auto Rejection Bawah (ARB). Kelompok saham ini memimpin daftar top losers akibat tekanan jual yang masif pada sesi I.
| Nama Emiten | Penurunan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| 15% | 7.650 | 14,95% |
| 330 | 14,74% | 324 |
| 14,69% | 610 | 14,49% |
| 118 | 14,06% | 330 |