Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada akhir perdagangan awal pekan. Dikutip dari Investor Daily, indeks saham domestik terpuruk hingga kehilangan 124,08 poin atau merosot 1,85 persen ke posisi 6.599,2 pada Senin (18/5/2026).
Meskipun pasar secara keseluruhan mengalami koreksi dalam, investor asing justru memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli bersih (net buy) pada beberapa saham blue chip. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi incaran utama dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp 107,1 miar.
Selain BBCA, saham perbankan pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga banyak dikoleksi asing dengan catatan net buy sebesar Rp 84,8 miliar. Di posisi ketiga, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan transaksi beli bersih senilai Rp 59,2 miliar.
Aksi borong saham oleh investor asing terkonsentrasi pada beberapa emiten berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. Berikut adalah daftar sepuluh saham yang mencatatkan nilai beli bersih terbesar oleh investor asing.
| Peringkat | Nama Emiten (Kode Saham) | Nilai Net Buy Asing |
|---|---|---|
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp 107,1 miliar |
| 2 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | Rp 84,8 miliar |
| 3 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) | Rp 59,2 miliar |
| 4 | PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | Rp 56,5 miliar |
| 5 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | Rp 52,2 miliar |
| 6 | PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) | Rp 44,4 miliar |
| 7 | PT Astra International Tbk (ASII) | Rp 42,8 miliar |
| 8 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp 42,1 miliar |
| 9 | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | Rp 36,7 miliar |
| 10 | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) | Rp 25,6 miliar |
Aksi Jual Bersih Asing dan Statistik Perdagangan
Secara kumulatif, investor asing sebenarnya mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) di seluruh pasar yang mencapai Rp 463,9 miliar. Tekanan jual terbesar terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 460,3 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai hanya tercatat sebesar Rp 3,65 miliar.
Total nilai transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari tersebut menyentuh angka Rp 20,59 triliun. Pergerakan saham didominasi oleh tren pelemahan, di mana sebanyak 647 saham mengalami penurunan harga dan 183 saham bergerak stagnan.
Sebaliknya, hanya ada 129 saham yang berhasil menguat di zona hijau. Volume perdagangan yang dibukukan secara keseluruhan mencapai 29,7 miliar saham, dengan frekuensi transaksi yang terlaksana sebanyak 2,54 juta kali.