Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 135,58 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam ini terjadi menyusul pengumuman rebalancing indeks MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham berkapitalisasi besar dari daftar utama.
Berdasarkan data yang dilansir dari Investasi, MSCI mendepak enam emiten Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes. Daftar tersebut meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Meskipun terdepak dari indeks utama, saham AMRT dialihkan ke dalam MSCI Small Cap Indexes. Sementara itu, MSCI juga melakukan pembersihan besar-besaran pada MSCI Small Cap Indexes dengan mengeluarkan 13 saham lainnya.
Daftar saham yang keluar dari Small Cap Indexes mencakup PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), serta PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Emiten lain yang turut dikeluarkan adalah PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG). Perubahan komposisi ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman memberikan catatan bahwa meski terjadi aksi jual, masih terdapat 11 saham Indonesia yang bertahan di MSCI Global Standard Indexes dan sekitar 41 saham di MSCI Small Cap Indexes. Penegasan diberikan bahwa kondisi ini tetap lebih baik dibandingkan risiko penurunan status Indonesia menjadi pasar perbatasan (frontier market).
"Jadi mereka yang stay di dalam MSCI itu kemungkinan besar akan memimpin rally atau pergerakan positif," ucap Fath Aliansyah Budiman, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas.
Menurut pandangan Fath, tekanan jual yang terjadi saat ini tidak disebabkan oleh masalah fundamental perusahaan, melainkan akibat penyesuaian indeks global. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang akumulasi beli bagi investor pada saham-saham yang memiliki kinerja fundamental solid.
Sektor perbankan seperti BBCA, BMRI, dan BBRI, serta saham ASII diprediksi akan memberikan dampak positif. Di sisi lain, saham BRPT tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari grup Prajogo Pangestu yang masih bertahan di Global Standard Indexes, sementara saham PTRO diproyeksi berpotensi melanjutkan reli di segmen Small Cap.
"Kalau melihat keadaannya saat ini karena semuanya sudah priced in, sudah terefleksi, Bahkan masih banyak nama ÔÇô nama yang ada di dalam indeks, seharusnya mereka bisa menahan dulu penurunan yang ada saat ini. Mungkin juga mereka bisa membantu memimpin pergerakan indeks dan mereka yang dikeluarkan cepat atau lambat tekanan jualnya akan selesai dan mereka juga akan mengejar ketertinggalan rally. Jadi seharusnya secara keseluruhan ini harusnya positif buat IHSG," jelas Fath Aliansyah Budiman, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas.