IHSG Ambruk 5,2 Persen Sepekan Akibat Tekanan Sentimen Negatif

IHSG Ambruk 5,2 Persen Sepekan Akibat Tekanan Sentimen Negatif
Foto: Ilustrasi IHSG Ambruk 5,2 Persen Sepekan Akibat Tekanan Sentimen Negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam selama empat hari berturut-turut pada periode perdagangan sepekan terakhir. Seperti diberitakan oleh Investasi, indeks saham domestik tersebut tertekan oleh kombinasi berbagai sentimen negatif pasar.

Faktor utama yang memicu kemerosotan ini di antaranya adalah proses rebalancing MSCI. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi secara signifikan turut memberikan tekanan besar terhadap pergerakan indeks.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah sebesar 1,98 persen atau terpangkas 135,57 poin pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Angka tersebut membawa indeks parkir di level 6.723,32 pada penutupan hari terakhir sebelum libur panjang.

Jika diakumulasikan sepanjang sepekan perdagangan terakhir, total kejatuhan IHSG telah mencapai 5,2 persen. Penurunan ini dipicu oleh rontoknya mayoritas indeks sektoral yang ada di papan perdagangan BEI.

Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 4,43 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 2,72 persen. Sektor energi juga menyusut 1,61 persen, sementara sektor barang konsumen non-primer turun 1,40 persen.

Koreksi berlanjut pada sektor kesehatan sebesar 1,22 persen dan sektor teknologi yang melemah 0,71 persen. Selanjutnya, sektor properti dan real estate terpangkas 0,70 persen, disusul sektor keuangan 0,58 persen, serta sektor barang konsumen primer 0,44 persen.

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing tercatat mencapai Rp 1,53 triliun di seluruh pasar pada hari Rabu. Walau demikian, dalam akumulasi sepekan terakhir, investor asing masih membukukan beli bersih atau net buy dalam jumlah jumbo sebesar Rp 9,17 triliun di seluruh pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi