Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada paruh pertama perdagangan. Dilansir dari Investortrust, indeks saham domestik tertahan di zona merah hingga akhir sesi pertama pada Rabu, 13 Mei 2026.
IHSG tercatat merosot sebesar 124 poin atau berkurang 1,81 persen. Koreksi ini membawa indeks parkir ke level 6.734 pada penutupan sesi I.
Aktivitas perdagangan di bursa saham bergerak sangat dinamis sejak pagi hari. Indeks sempat dibuka pada posisi 6.858 dan merosot hingga menyentuh titik terendah di level 6.726, setelah sebelumnya sempat menguat ke titik tertinggi di level 6.859.
Kondisi pasar didominasi oleh aksi jual yang masif dari para investor. Sebanyak 398 saham bergerak melemah, sedangkan 262 saham berhasil menguat, dan sisa saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan atau stagnan.
Kemerosotan pasar modal ini dipicu oleh respons pelaku pasar terhadap sentimen negatif global. Evaluasi berkala atau rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Mei 2026 menjadi faktor utama tekanan tersebut.
Hasil peninjauan indeks global terbaru menunjukkan tidak ada satu pun emiten asal Indonesia yang berhasil menembus ke dalam MSCI Global Standard Indexes.