Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 120 poin atau amblas 1,9% ke level 6.198,49 pada satu jam perdagangan Kamis (21/5/2026). Pergerakan ini sempat membawa indeks menyentuh posisi paling rendah sejak Maret 2025.
Dikutip dari Investor Daily, pergerakan indeks berada pada rentang 6.179 hingga 6.378. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 11 miliar lembar saham dalam satu jam pertama.
Nilai transaksi yang dibukukan tercatat sebesar Rp 5,68 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 683.572 kali. Sebanyak 160 saham bergerak naik, 507 saham melemah, dan 136 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi.
Penurunan juga melanda kelompok saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 dengan pelemehan mencapai 0,78%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa di Asia yang justru terpantau menguat.
Indeks Straits Times Singapura tercatat menguat 0,29%, Nikkei Jepang melonjak hingga 3,58%, dan Shanghai China naik 0,29%. Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong bergerak melemah tipis sebesar 0,05%.
Meskipun kondisi indeks keseluruhan mengalami tekanan hebat, terdapat lima saham yang mencatatkan kenaikan signifikan dan menempati jajaran top gainers dengan lonjakan harga berkisar antara 13% hingga 27%.
Saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memimpin lonjakan hingga terkena batas auto rejection atas (ARA) setelah melesat 25% menuju level Rp 875 per lembar. Penguatan ini diikuti oleh empat emiten lainnya yang juga bergerak positif.
PT SLJ Global Tbk (SULI) melejit 27,17% ke Rp 117, sedangkan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) meningkat 15,74% ke Rp 500. Selanjutnya, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 13,57% ke Rp 795 dan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menguat 13,27% ke posisi Rp 111.
Sebaliknya, tekanan berat melanda kelompok top losers yang dipimpin oleh dua saham yang merosot hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Emiten tersebut adalah PT Chandra Asri Tbk (TPIA) yang anjlok 14,66% menjadi Rp 2.270 dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang jatuh 14,65% ke level Rp 338.